
BANJARMASIN-Telah keluarnya izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahwa Bank Kalsel bisa menjadi bank devisa, mendapat sambutan positif dari Jamkrida Kalsel dan perusahaan penjamin kredit ini siap bekerjasama.
Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor,mengatakan, pihaknya siap memberikan dukungan dengan catatan ada produk dari Bank Kalsel sebagai bank devisa yang bisa mereka kerjasamakan.
“Kami bisa memberikan dukungan dan berharap ada kerjasama, tetapi melihat dulu produk apa yang bisa kami support,” tandasnya.
Sementara ini, menurut Fauzan, operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa belum launching. Jadi kita tunggu saja bagaimana perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan.
Sebagaimana diketahui, Jamkrida adalah BUMD di Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang usaha penjaminan kredit, terutama untuk membantu UMKM mendapatkan akses permodalan ke bank atau lembaga keuangan non-bank. Perusahaan ini berperan meningkatkan ekosistem ekonomi daerah dengan menjamin kredit bagi pelaku usaha.
Adapun Bank Kalsel resmi beroperasi sebagai Bank Devisa setelah OJK mengeluarkan izin Bank Kalsel beroperasi menjadi Bank Devisa pada 31 Desember 2025. Hal ini membuka peluang besar bagi Bank Kalsel untuk masuk ke bisnis transaksi keuangan internasional. Hal ini menjadi tonggak penting bagi penguatan industri perbankan daerah.
Pihak OJK menilai potensi keuntungan yang bisa diraih Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sangat besar. Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan konsultan, nilai transaksi devisa diperkirakan dapat menembus angka Rp400 triliun.
Potensi tersebut semakin menguat seiring kebijakan pemerintah terkait devisa hasil sumber daya alam (DHE SDA). Melalui regulasi Kemenko, setiap transaksi ekspor dalam bentuk devisa wajib dikelola 100 persen dan ditahan selama tiga bulan di dalam negeri.
Peluang transaksi devisa ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi Bank Kalsel.rds

