
BANJARBARU – Para siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Banjarbaru bersama guru pendamping melakukan aksi bersih-bersih lingkungan, Senin (4/5).
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik, termasuk kawasan bantaran Sungai Kemuning yang menjadi salah satu fokus utama aksi bersih-bersih.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah, yakni kegiatan pembelajaran yang bertujuan memperkuat, mendalami, serta memperkaya materi intrakurikuler yang telah diterima siswa di kelas. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan delapan standar kompetensi lulusan, khususnya bagi siswa pada fase D atau jenjang Sekolah Menengah Pertama.
Pembina Kesiswaan SMPN 1 Banjarbaru Andina Mega Siwi mengatakan, kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan selama lima hari berturut-turut, dengan rangkaian aktivitas yang berjenjang. Dimulai dari membersihkan lingkungan kelas, kemudian dilanjutkan ke area sekolah, hingga akhirnya menjangkau lingkungan masyarakat di sekitar sekolah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat menumbuhkan karakter peduli terhadap lingkungan dan alam sekitarnya,” ujar Andina.
Menurut Andina, pemilihan bantaran Sungai Kemuning sebagai salah satu lokasi kegiatan bukan tanpa alasan, lingkungan sungai dinilai sebagai ruang belajar nyata bagi siswa, untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem dan dampak dari perilaku manusia terhadap lingkungan.
Ia mengingatkan, kebiasaan membuang sampah sembarangan akan membawa konsekuensi yang kembali dirasakan oleh manusia itu sendiri.
“Segala sesuatu yang dibuang sembarangan akan kembali kepada kita dalam bentuk yang berbeda, seperti kerusakan lingkungan, banjir, dan berbagai dampak negatif lainnya,” kata Andina menegaskan.
Kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana observasi langsung bagi siswa. Dengan turun ke lapangan, siswa diajak untuk melihat kondisi lingkungan secara nyata, mengidentifikasi permasalahan yang ada, serta memahami potensi dampak yang akan terjadi jika kondisi tersebut dibiarkan terus berlangsung, sebut Andina.
Dari proses tersebut, diharapkan muncul kesadaran dan pemikiran kritis siswa terkait pentingnya pengelolaan sampah, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah.
Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan kokurikuler ini, pihak sekolah akan menggelar agenda khusus pada Kamis mendatang. Yakni, pemilihan duta lingkungan serta pameran karya daur ulang hasil kreativitas siswa.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SMPN 1 Banjarbaru berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan, tambahnya. ril/dio

