Mata Banua Online
Selasa, Mei 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Inflasi 2,42 Persen, Imbas Harga Beras hingga Emas

by Mata Banua
4 Mei 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
PICU INFLASI – Inflasi pada April ini sebesar 2,42 persen yang salah satu pemicunya kenaikan harga beras.(foto;mb./ant)

JAKARTA – Badan Pusat Sta­tis­tik (BPS) mencatat Indonesia me­ngalami inflasi sebesar 2,42 per­sen pada April 2026 secara ta­hunan (year on year/yoy). Ang­ka ini ebih tinggi di­ban­di­ng­kan inflasi pada April 2025 se­b­esar 1,95 persen (yoy).

Deputi Bidang Statistik Di­s­tri­busi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tingkat in­flasi tahunan April 2026 ini didorong oleh kelompok ma­kan­an, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,06 persen dan memberikan an­dil inflasi sebesar 0,90 persen.

Berita Lainnya

Harga BBM Pertamina Tembus Rp27.900 per Liter

Harga BBM Pertamina Tembus Rp27.900 per Liter

4 Mei 2026
BRILink Agen Peluang Tambah Penghasilan Baru

BRILink Agen Peluang Tambah Penghasilan Baru

4 Mei 2026

“Komoditas dengan andil ter­besar yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, si­g­aret kretek mesin, dan juga te­lur ayam ras,” ujar Ateng dalam kon­ferensi pers di kantor BPS, Ja­karta Pusat, Senin (4/5).

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi 11,43 persen dengan andil 0,77 persen. Komoditasnya adalah emas perhiasan.

Secara bulanan (month to month/mtm) terjadi inflasi sebesar 0,13 persen. Angka ini lebih ren­dah dari inflasi Maret 2026 yang se­besar 0,41 persen.

Penyumbang utama inflasi bu­lanan adalah transportasi de­ng­an inflasi sebesar 0,99 persen. Kelompok transportasi ini mem­be­rikan andil inflasi sebesar 0,12 per­sen.

“Komoditas yang dominan men­dorong inflasi pada ke­lom­pok transportasi yaitu tarif ang­kutan udara dengan andil inflasi se­besar 0,11 persen serta benin de­ngan andil inflasi sebesar 0,02 per­sen,” kata Ateng.

Komoditas lain yang mem­be­rikan andil inflasi adalah min­yak goreng sebesar 0,05 persen, tomat 0,03 persen, serta beras dan nasi dengan lauk masing-ma­sing 0,02 persen. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper