Mata Banua Online
Senin, Mei 4, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mensos Target 97 Sekolah Rakyat Beroperasi Juli 2026

by Mata Banua
3 Mei 2026
in Headlines
0

 

Berita Lainnya

Gubernur Harapkan HSU Lebih Maju dan Berkembang

Gubernur Harapkan HSU Lebih Maju dan Berkembang

3 Mei 2026
Amien Rais Siap ke Jalur Hukum

Amien Rais Siap ke Jalur Hukum

3 Mei 2026

SURABAYA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan 97 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan rentan di seluruh Indonesia.

“Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung sekolah rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5).

Melansir Antara, dari puluhan titik pembangunan tersebut sebanyak 67 lokasi ditargetkan selesai tepat waktu, sedangkan sisanya tetap dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang menampung sekitar 1.000 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, perpustakaan, laboratorium, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler.

“Gedung ini nanti bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP dan SMA dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama laboratorium ya, UKS, dan juga fasilitas-fasilitas ekstrakurikuler lainnya,” ujarnya.

Gus Ipul mengatakan Program Sekolah Rakyat merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk yang putus sekolah maupun berpotensi putus sekolah.

Ia menegaskan program tersebut tidak membuka pendaftaran umum, melainkan menggunakan sistem penjangkauan langsung terhadap calon siswa prioritas.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau,” kata Gus Ipul.

Menurut dia, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan nasional.

“Kalau katakanlah ada 500 saja gedung permanen Sekolah Rakyat, maka kapasitasnya sudah lebih dari 500.000 siswa. Ini adalah bagian dari pengentasan kemiskinan,” katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Surabaya dinilai berhasil mendukung percepatan pembangunan dengan menyediakan lahan yang memenuhi persyaratan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper