
BANJARBARU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru resmi menjalin kerja sama strategis, dalam upaya memperkuat sektor transportasi berbasis sumber daya manusia unggul.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Kerja sama ini langsung ditindaklanjuti dengan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis, yakni antara Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD dengan Pemko Banjarbaru dalam pemenuhan SDM transportasi darat, dan antara Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan dengan Pemko Banjarbaru yang fokus pada penguatan SDM di bidang keselamatan dan perhubungan darat.
Langkah ini menjadi sinyal kuat pembangunan transportasi di Banjarbaru tidak lagi sekadar pembangunan fisik, melainkan juga menitikberatkan pada kualitas manusia sebagai penggerak utama sistem.
Kesepakatan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan penyelenggaraan transportasi di Kota Banjarbaru melalui tiga fokus utama; pengembangan kompetensi SDM, yakni peningkatan kompetensi aparatur pemerintah dan masyarakat di bidang transportasi.
Kemudian, sinkronisasi kajian teknis antara pusat dan daerah, yakni guna mendukung konektivitas wilayah secara menyeluruh. Dan Pemanfaatan fasilitas pendidikan dan pelatihan milik kemenhub.
Kepala BPSDMP Kemenhub RI Suharto mengatakan, kualitas layanan transportasi tidak bisa dilepaskan dari kapasitas SDM yang mengelolanya.
“Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern, aman, dan efisien,” ujarnya.
Sementara, Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menjelaskan, kerja sama ini sebagai langkah krusial di tengah pesatnya perkembangan kota.
“Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru dihadapkan pada tantangan mobilitas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan di tutup dengan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan BP2TL Jakarta.
Peninjauan ini menjadi bukti kesiapan infrastruktur pelatihan dalam mencetak SDM transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Kerja sama ini tidak hanya menjadi tonggak baru bagi Banjarbaru, melainkan juga model sinergi pusat dan daerah dalam membangun sistem transportasi nasional yang berdaya saing tinggi, dimulai dari investasi pada manusianya. ril/dio

