
BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarbaru menjalankan salah satu program prioritas Wali Kota Erna Lisa Halaby dengan fokus pada penanganan infrastruktur jalan lingkungan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru Adi Maulana di Banjarbaru, Selasa, mengatakan, pembenahan jalan lingkungan menjadi fokus penanganan baik peningkatan maupun pemeliharaan jalan.
“Sesuai program prioritas wali kota pada 2026, kami fokus menangani jalan lingkungan, baik peningkatan maupun pemeliharaan jalan, di wilayah tempat tinggal warga, sehingga akses lalu lintas semakin lancar,” ujar Adi.
Menurut Adi, dua kegiatan yang dilaksanakan masuk dalam daftar proyek strategis tahun 2026 sesuai SK Wali Kota Nomor 100.3.3.3/756/KUM/2025 yakni pembangunan jembatan dan peningkatan jalan lingkungan.
Adi menyebutkan, proyek strategis itu adalah pembangunan jembatan di kawasan Guntung Manggis senilai Rp6,5 miliar dan peningkatan jalan lingkungan di Kecamatan Liang Anggang dengan dana Rp4,9 miliar.
“Dua kegiatan itu masuk dalam proyek strategis dan menjadi prioritas dalam penanganannya, sehingga kami fokus agar kegiatan terlaksana dengan baik termasuk proyek lain yang juga siap dikerjakan,” ungkap Adi.
Dikatakan, Bidang Bina Marga PUPR Banjarbaru melaksanakan sembilan paket pekerjaan terdiri atas empat paket pemeliharaan jalan, empat paket peningkatan jalan, serta satu paket pembangunan jembatan pada 2026.
Adi menuturkan, program peningkatan jalan, memprioritaskan kawasan permukiman, di antaranya Landasan Ulin, Cempaka, Liang Anggang hingga Peramuan Ujung, dengan total panjang 2,8 kilometer dan dana Rp14 miliar.
Sementara, pemeliharaan jalan berkala dilaksanakan di Kecamatan Cempaka, rehabilitasi jalan lingkungan di Landasan Ulin dan Liang Anggang, serta perbaikan jalan di Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan.
“Total panjang pemeliharaan jalan 3,1 kilometer dengan anggaran Rp14,1 miliar. Lokasi sesuai hasil musrenbang prioritas pembangunan daerah, serta aspirasi masyarakat selaraskan visi dan misi kepala daerah,” ucapnya.
Ditambahkan Adi, seluruh paket pekerjaan telah memasuki tahap kontrak dan kegiatan fisik di lapangan ditargetkan mulai minggu kedua Mei 2026 dengan masa kontrak pekerjaan mulai 2 April hingga 29 Agustus 2026.
“Kami optimistis seluruh pekerjaan diselesaikan tepat waktu termasuk pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh bulan kalender atau hingga bulan Oktober 2026,” katanya.
Adi mengatakan, besaran anggaran infrastruktur pada 2026 turun menjadi sekitar Rp34 miliar dari sebelumnya Rp100 miliar pada 2025, sehingga diarahkan program pembangunan berdampak langsung masyarakat.ant

