
BANJARMASIN – Bunda Literasi Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani menggelar pertemuan untuk memperkuat peran dalam meningkatkan minat baca anak, sekaligus membahas tugas dan program kerja ke depan.
Neli mengatakan bahwa literasi saat ini tidak hanya terbatas pada buku, tetapi juga mencakup literasi digital. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan agar anak-anak semakin tertarik untuk membaca, baik secara konvensional maupun melalui platform digital.
Pihaknya terus berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip). ” Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah penyediaan layanan perpustakaan keliling serta pengembangan pojok baca di berbagai titik di kota, “kata Neli yang juga sebagai Ketua TP PKK Banjarmasin, Kamis (23/4).
Saat ini, tercatat sudah ada 10 pojok baca yang tersedia untuk masyarakat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan akses membaca, sehingga masyarakat, khususnya anak-anak, dapat membaca di mana saja.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian. Masyarakat kini dapat mengakses bahan bacaan hanya dengan memindai barcode melalui ponsel, sehingga kegiatan membaca menjadi lebih praktis dan menarik.
Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya minat baca anak. “Untuk itu, kami bersama Dispersip berencana menambah titik pojok baca serta menginisiasi pojok baca di kawasan Taman Edukasi Jahri Saleh,” katanya.
Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena menjadi tempat favorit anak-anak, khususnya usia TK dan SD, untuk bermain dan berkumpul. Dengan adanya pojok baca di area tersebut, diharapkan anak-anak dapat lebih dekat dengan kegiatan membaca.
Selain menyediakan fasilitas, Bunda Literasi juga berperan aktif melalui kegiatan mendongeng dan pembelajaran membaca bagi anak-anak yang berkunjung ke taman edukasi tersebut. “Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi sejak dini serta meningkatkan minat baca anak di Kota Banjarmasin,” tutupnya. via

