
MARTAPURA – Pemkab Banjar menggelar Korve (Kerja Bakti) dan Apel Siaga Gerakan Indonesia Asri di Taman Cahaya Bumi Selamat dan Pasar Batuah, dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Senin (20/4) siang.
Bertindak sebagai pembina apel, Hanif menyampaikan gerakan tersebut merupakan tindaklanjut arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional pusat dan daerah 2 Februari lalu.
Dalam arahan tersebut, pemerintah daerah diminta melaksanakan korve setiap hari atau minimal sekali dalam sepekan.
“Korve ini sebagai upaya bersama untuk perbaikan lingkungan pada waktu tertentu. Dalam konteks Indonesia Asri, korve dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing, yang diharapkan mampu menstimulasi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Usai apel, Hanif didampingi Bupati Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Nurgita Tiyas melakukan korve dengan membersihkan lingkungan Pasar Batuah.
Kegiatan ini juga di ikuti unsur forkopimda, perwakilan SKPD Kabupaten Banjar, pelajar, Satgas Gerakan Pramuka, jajaran Perusda Pasar Bauntung Batuah, serta Bank Sampah Induk dan unit se-Kabupaten Banjar.
Menteri Hanif menegaskan, tata kelola sampah menjadi perhatian bersama, karena merupakan persoalan mendasar yang harus ditangani.
Ia menyebutkan, Kabupaten Banjar menghasilkan sekitar 362 ton sampah per hari, dengan 265 ton telah dikelola melalui TPA Kencana menggunakan sistem controlled landfill. Namun, masih terdapat sekitar 27 persen sampah yang perlu penanganan serius.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025. “Langkah selanjutnya adalah mengurangi secara bertahap sampah organik yang masuk ke TPA, dengan mendorong pemilahan dari sumbernya,” katanya.
Sementara, Bupati Banjar Saidi Mansyur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan wilayah.
Ia menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk penyediaan anggaran serta sarana dan prasarana guna meningkatkan pengelolaan sampah.”Kegiatan kebersihan ini dilakukan dengan semangat kebersamaan melalui korve untuk mencapai tujuan daerah yang bersih,” ujarnya.
Saidi menambahkan, sosialisasi pemilahan sampah dari rumah tangga telah dilakukan dari tingkat kecamatan hingga desa, dengan memberdayakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
“Melalui pilah sampah dari hulu memberikan dampak positif dan nilai ekonomis bagi KSM dan masyarakat, sehingga mendorong kemandirian dalam pengelolaan sampah,” ucapnya. ril/dio

