
HULU SUNGAI SELATAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Kartoyo menggelar Sosialisasi Revitalisasi (Sosrev) dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila di Desa Ida Manggala, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Minggu (19/4).
Ia menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai luhur bangsa di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
“Kegiatan wawasan kebangsaan di Desa Ida Manggala ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga upaya menggali kembali dan mengingatkan masyarakat agar terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai konsep atau hafalan semata, melainkan harus hadir nyata dalam sikap, perilaku, dan pola kehidupan masyarakat mulai dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga gotong royong.
Kartoyo juga mengaku terkesan pada salah satu peserta sosrev di desa tersebut mampu menjelaskan secara baik bagaimana mengimplementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini menunjukan bahwa nilai Pancasila masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat. Bahkan dari penjelasan seorang guru sekolah dasar, kita melihat bagaimana nilai tersebut benar-benar dipahami dan diamalkan,” tambahnya.
Ia pun menilai momentum sosrev ini juga sangat relevan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini.
“Semangat Kartini bukan hanya tentang emansipasi perempuan, tetapi juga tentang perjuangan mencerdaskan bangsa, membangun kesadaran sosial, dan menanamkan nilai kebangsaan melalui pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, peran guru dalam menjelaskan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat merupakan cerminan nyata dari perjuangan Kartini, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi perubahan bangsa.
“Ini sejalan dengan semangat Kartini yang kita peringati tiap 21 April. Di situ lahir semangat pendidikan, semangat mencerdaskan masyarakat, dan semangat gotong royong dalam membangun bangsa. Apa yang kita lihat di Desa Ida Manggala ini adalah wujud nyata dari nilai tersebut,” jelasnya.
Karyoto juga menyoroti kuatnya budaya gotong royong yang masih menjadi ciri khas masyarakat Desa Ida Manggala. Nilai ini merupakan inti dari pengamalan Pancasila sekaligus semangat kolektif bangsa Indonesia.
“Alhamdulillah, semangat gotong royong di sini masih sangat kental. Hal ini juga dipengaruhi latar belakang masyarakat yang merupakan daerah transmigrasi, sehingga terjadi akulturasi budaya antara pendatang dan masyarakat lokal Hulu Sungai Selatan,” katanya.
Ia pun berharap semangat kebersamaan yang telah tumbuh di Desa Ida Manggala dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga persatuan dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. rds

