Mata Banua Online
Senin, April 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

84 Kloter Haji Berangkat dari Terminal 2F Bandara Soetta

Kartu Nusuk Haji Dibagi Sebelum Bertolak ke Tanah Suci

by Mata Banua
20 April 2026
in Headlines
0
KEMENTERIAN Haji dan Umrah tahun 2026 ini membagikan Kartu Nusuk Haji sebelum pemberangkatan, guna memudahkan verifikasi dan akses jamaah di Arab Saudi.

TANGERANG – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, menyebutkan proses keberangkatan 84 kelompok terbang (kloter) jamaah calon haji 20f26 akan dipusatkan atau terintegrasi di Terminal 2F.

Sesuai rencana, jadwal keberangkatan terhadap 84 kloter dengan jumlah 35.285 calon haji ini, akan berlangsung mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.

Berita Lainnya

Jokowi Respons JK: Saya Bukan Siapa-siapa

Jokowi Respons JK: Saya Bukan Siapa-siapa

20 April 2026
Dua Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjarat

Dua Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjarat

20 April 2026

“Kami telah menyiapkan alur layanan berbasis kloter di Terminal 2F serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk mendukung proses keberangkatan yang tertib, lancar dan tepat waktu,” kata General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi di Tangerang, Senin (20/4).

Ia mengatakan total 84 kelompok terbang (kloter) keberangkatan dan kepulangan tersebut berasal dari tiga embarkasi, yakni Banten, Jakarta–Bekasi dan Jakarta–Pondok Gede.

Kendati demikian, lanjutnya, seluruh kesiapan operasional di Terminal 2F Bandara Soetta dipastikan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran pelayanan jamaah calon haji.

Menurut dia, Terminal 2F yang memiliki luas 27.418 meter persegi ini telah disiapkan dengan kapasitas layanan hingga 6,1 juta per tahun. Dimana, fasilitas yang tersedia antara lain ruang tunggu berkapasitas hingga 3.000 orang, sistem layanan penumpang terintegrasi, serta masjid seluas 3.136 meter persegi yang mampu menampung sekitar 800 orang.

Selain itu, layanan Makkah Route kembali dioperasikan untuk memudahkan proses perjalanan jamaah. Melalui layanan ini, proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan sebelum keberangkatan sehingga waktu tunggu saat tiba di Arab Saudi dapat lebih singkat.

“Untuk mendukung layanan tersebut, disiapkan 10 konter khusus di area steril terminal. Seluruh alur pelayanan dirancang secara sistematis, mulai dari kedatangan jemaah di bandara, penempatan berdasarkan kloter, proses pemeriksaan dokumen, hingga keberangkatan menuju pesawat,” jelasnya.

Ia mengatakan pengaturan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama proses keberangkatan. Oleh karenanya, Bandara Soekarno-Hatta bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib dan nyaman.

“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman,” kata dia.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail mengatakan, Kartu Nusuk Haji yang biasanya dibagikan setelah tiba di Arab Saudi kini dibagikan lebih awal sebelum pemberangkatan.

“Perbedaan tahun sebelumnya dengan tahun ini, kalau sekarang dibagikan sebelum diterbangkan. Tahun sebelumnya dibagikan saat tiba di Jeddah,” jelasnya di Makassar, Senin (20/4), yang dikutip CNNIndonesia.com.

Ikbal Ismail menjelaskan Kartu Nusuk Haji sendiri merupakan identitas digital resmi berbentuk smart card. Kartu itu diterbitkan Pemerintah Arab Saudi untuk memverifikasi visa dan akses ke Makkah serta Armuzna.

Kartu Nusuk Haji memuat data personal (nama, paspor, hotel) dan QR code/chip yang akan dipindai petugas untuk mencegah jamaah ilegal.

“Ini lebih memudahkan karena semua sudah diselesaikan di tanah air. Kartu Nusuk Haji ini wajib dibawa selama berhaji karena merupakan identitas bagi setiap jamaah calon haji,” katanya.

Ikbal Ismail yang juga Ketua PPIH Embarkasi Makassar optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan tertib.

Jumlah kelompok terbang (kloter) Embarkasi Makassar tercatat sebanyak 43 dari delapan provinsi, yaitu Sulsel, Sultra, Sulbar, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

“Jumlah calon haji yang akan diberangkatkan 16.750 orang,” terangnya.

Kartu nusukadalah kartu yang diberikan oleh pihak syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji kepada jemaah sebelum tiba di Tanah Suci.

Kartu ini langsung terhubung dengan data jemaah sehingga memudahkan proses pelayanan sejak awal kedatangan hingga seluruh rangkaianibadah haji selesai.

Fungsi dan manfaat kartu nusuk tidak hanya sebatas identitas, tetapi juga menjadi bagian dari sistem layanan terintegrasi selama jemaah berada di Arab Saudi.

Dengan begitu, setiap aktivitas jemaah dapat berjalan lebih tertib dan terarah. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper