
MARTAPURA – Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjai masalah kesehatan serius, baik di tingkat global maupun nasional. Berdasarkan Global TBC Report 2024, Indonesia menempati peingkat kedua dunia setelah India, dengan estimasi 1.090.000 kasus baru dan angka kematian mencapai 125.000 jiwa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabub) Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, saat membuka Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Hari Turkulosis Sedunia tingkat Kabupaten Banjar di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (16/4).
“Melalui peringatan Hari TBC Sedunia ini, saya mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pencegahan serta penanggulangan TBC,” ujarnya.
Habib Idrus mengungkapkan, hingga Maret 2026 di Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 237 kasus TBC atau sekitar 25,23 persen yang telah ternotifikasi sehingga TBC masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di daerah.
“Upaya pencegahan dan penanggulangan tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan memerlukan dukungan lintas sektor,” katanya.
Habib Idrus menegaskan, diperlukan komitmen bersama untuk mencapai eliminasi TBC dan mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat, bebas stigma serta mendukung kesembuhan penderita TBC.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah mengatakan peringatan Hari TBC Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kolaborasi dalam penanganan penyakit tersebut.
“Tentu ini memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang komprehensif. Tidak dapat dilakukan sendiri oleh jajaran kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh sektor, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menilai, koordinasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi serta menyusun langkah strategis dalam penanganan TBC di Kabupaten Banjar.
Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri unsur pemerintah desa, kecamatan srta sejumlah kepala puskesmas di Kabupaten Banjar. ril/dio

