
TANJUNG – Polres Tabalong melaksanakan Apel Gelar Kesiapsiagaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Peralatan Dalmas, Selasa (14/4) pukul 08.00 Wita.
Kegiatan di Lapangan Hitam Polres Tabalong ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan menghadapi potensi karhutla serta pengendalian massa, yang bertujuan memastikan kesiapan riil di lapangan baik dari segi personel maupun kelengkapan sarana dan prasarana, sehingga dapat digunakan secara optimal saat dibutuhkan.
Dalam amanatnya, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana menekankan karhutla merupakan isu kritikal yang bersifat periodik, terutama menjelang musim kemarau.
Selain itu, potensi kerusuhan massa juga menjadi perhatian serius seiring dinamika kebijakan pemerintah yang dapat memicu reaksi di tengah masyarakat.
“Karhutla bukan sekadar peristiwa alam, melainkan fenomena kompleks yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial, stabilitas pemerintahan, serta sektor strategis lainnya,” ujarnya.
Ia menyampaikan, berdasarkan proyeksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan dimulai secara bertahap sejak akhir April hingga Oktober 2026, dengan puncak pada Juni hingga Agustus dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
“Di sisi lain, dinamika global juga berpotensi memicu dampak ekonomi yang dapat berimbas pada situasi kamtibmas di dalam negeri,” jelasnya.
Kapolres Wahyu juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memantau potensi karhutla maupun gangguan keamanan lainnya, serta menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat.
Selain itu, dilakukan juga peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing yang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Pencegahan dini merupakan langkah paling efektif dalam meminimalisir dampak kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi, serta gangguan keamanan yang lebih luas,” tegasnya.
Ia juga mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Tabalong dalam menghadapi potensi bencana dan gangguan kamtibmas di wilayah hukum setempat.
“Kami memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai, serta personel siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Sinergi dengan seluruh stakeholder dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan karhutla maupun pengendalian situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” pungkasnya. yan

