Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penyaluran KUR 2026 Turun Jadi Rp279,5 Triliun

by Mata Banua
26 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Pemerintah memangkas target pen­ya­luran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 men­jadi Rp279,5 triliun. Sedianya, target diarahkan h­i­ngga Rp295 triliun dengan skema yang lebih flek­sibel dan bunga 6 persen per tahun.

Deputi Bidang Koordinasi Pe­ngelolaan dan Pengembangan Usa­ha BUMN Kementerian Ko­or­dinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan pen­ye­suaian tersebut dilakukan de­ng­an mempertimbangkan ka­pa­si­tas subsidi dan komitmen pen­ya­luran dari perbankan.

Berita Lainnya

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

16 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Turun

Harga Emas Antam Kembali Turun

16 April 2026

Ferry mengatakan penetapan tar­get KUR tidak hanya mengacu pa­da ruang fiskal subsidi yang ter­sedia, tetapi juga kesiapan bank penyalur dalam men­ya­lur­kan kredit kepada pelaku usaha.

“Jadi di kita itu ada target se­suai dengan kapasitas subsidi. Ka­lau sesuai dengan kapasitas sub­sidi kita bisa mencapai itu, ta­pi kita juga perlu konfirmasi de­ngan kapasitas penyaluran bank,” ujar Ferry dalam kon­fe­ren­si pers di Hotel Borobudur, Ja­karta Pusat.

Ia menjelaskan angka Rp279,5 triliun meruakan jumlah ya­ng telah dikonfirmasi kepada bank penyalur, terutama bank-bank Himpunan Bank Milik Ne­ga­ra (Himbara).

“Jumlah yang bisa kita kon­fir­masi ke bank itu di Rp279,5 tr­i­liun. Jadi yang sudah kita dis­tri­busikan ke masing-masing bank dan yang akan mereka com­mit untuk menyalurkan totalnya se­kitar Rp279,6 triliun,” ka­ta­nya.

Menurut Ferry, KUR tetap di­fokuskan bagi pelaku usaha ya­ng memiliki prospek tetapi belum me­menuhi syarat perbankan atau be­lum bankable.

“Targetnya terutama pelaku usaha yang usahanya bagus tapi belum bisa akses bank. Usa­ha­nya punya prospek, tapi belum bankable, ini yang jadi target kita,” ujarnya.

Sepanjang 2025, realisasi pen­yaluran KUR mencapai Rp270,08 triliun atau sekitar 96,4 persen dari target Rp280 triliun. Pen­yaluran tersebut menjangkau 4,59 juta debitur dan menyerap se­kitar 13,77 juta tenaga kerja. Se­kitar 60,71 persen penyaluran KUR diarahkan ke sektor pro­duksi.

Ferry juga menyebut sekitar 3 juta debitur pada 2025 me­ng­a­la­mi peningkatan kelas usaha se­ca­ra bertahap, baik dari sisi pla­fon kredit maupun skala usaha, mi­salnya dari super mikro ke mik­ro, lalu ke kecil hingga komersial.

Untuk 2026, total target kre­dit program pemerintah mencapai Rp308,41 triliun. Dari jumlah ter­sebut, KUR reguler sebesar Rp279,53 triliun, sementara si­sa­nya terdiri dari Kredit Alsintan Rp233,10 miliar, Kredit Industri Pa­dat Karya (KIPK) Rp549,51 mi­liar, serta Kredit Program Pe­ru­mahan (KPP) sekitar Rp28,1 tri­liun.

Meski target plafon KUR di­te­tapkan Rp279,5 triliun, pe­me­rin­tah tetap mempertahankan ke­bi­jakan yang lebih fleksibel, te­r­ma­suk suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil sebesar 6 persen efek­tif per tahun serta p­e­ni­ng­kat­an porsi penyaluran ke sektor pro­duksi menjadi minimal 65 per­sen. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper