Mata Banua Online
Rabu, Maret 4, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penyaluran KUR 2026 Turun Jadi Rp279,5 Triliun

by Mata Banua
26 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Pemerintah memangkas target pen­ya­luran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 men­jadi Rp279,5 triliun. Sedianya, target diarahkan h­i­ngga Rp295 triliun dengan skema yang lebih flek­sibel dan bunga 6 persen per tahun.

Deputi Bidang Koordinasi Pe­ngelolaan dan Pengembangan Usa­ha BUMN Kementerian Ko­or­dinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan pen­ye­suaian tersebut dilakukan de­ng­an mempertimbangkan ka­pa­si­tas subsidi dan komitmen pen­ya­luran dari perbankan.

Berita Lainnya

Kue Kering Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

Kue Kering Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

3 Maret 2026
Buah Kelapa Terlaris Selama Bulan Puasa

Buah Kelapa Terlaris Selama Bulan Puasa

3 Maret 2026

Ferry mengatakan penetapan tar­get KUR tidak hanya mengacu pa­da ruang fiskal subsidi yang ter­sedia, tetapi juga kesiapan bank penyalur dalam men­ya­lur­kan kredit kepada pelaku usaha.

“Jadi di kita itu ada target se­suai dengan kapasitas subsidi. Ka­lau sesuai dengan kapasitas sub­sidi kita bisa mencapai itu, ta­pi kita juga perlu konfirmasi de­ngan kapasitas penyaluran bank,” ujar Ferry dalam kon­fe­ren­si pers di Hotel Borobudur, Ja­karta Pusat.

Ia menjelaskan angka Rp279,5 triliun meruakan jumlah ya­ng telah dikonfirmasi kepada bank penyalur, terutama bank-bank Himpunan Bank Milik Ne­ga­ra (Himbara).

“Jumlah yang bisa kita kon­fir­masi ke bank itu di Rp279,5 tr­i­liun. Jadi yang sudah kita dis­tri­busikan ke masing-masing bank dan yang akan mereka com­mit untuk menyalurkan totalnya se­kitar Rp279,6 triliun,” ka­ta­nya.

Menurut Ferry, KUR tetap di­fokuskan bagi pelaku usaha ya­ng memiliki prospek tetapi belum me­menuhi syarat perbankan atau be­lum bankable.

“Targetnya terutama pelaku usaha yang usahanya bagus tapi belum bisa akses bank. Usa­ha­nya punya prospek, tapi belum bankable, ini yang jadi target kita,” ujarnya.

Sepanjang 2025, realisasi pen­yaluran KUR mencapai Rp270,08 triliun atau sekitar 96,4 persen dari target Rp280 triliun. Pen­yaluran tersebut menjangkau 4,59 juta debitur dan menyerap se­kitar 13,77 juta tenaga kerja. Se­kitar 60,71 persen penyaluran KUR diarahkan ke sektor pro­duksi.

Ferry juga menyebut sekitar 3 juta debitur pada 2025 me­ng­a­la­mi peningkatan kelas usaha se­ca­ra bertahap, baik dari sisi pla­fon kredit maupun skala usaha, mi­salnya dari super mikro ke mik­ro, lalu ke kecil hingga komersial.

Untuk 2026, total target kre­dit program pemerintah mencapai Rp308,41 triliun. Dari jumlah ter­sebut, KUR reguler sebesar Rp279,53 triliun, sementara si­sa­nya terdiri dari Kredit Alsintan Rp233,10 miliar, Kredit Industri Pa­dat Karya (KIPK) Rp549,51 mi­liar, serta Kredit Program Pe­ru­mahan (KPP) sekitar Rp28,1 tri­liun.

Meski target plafon KUR di­te­tapkan Rp279,5 triliun, pe­me­rin­tah tetap mempertahankan ke­bi­jakan yang lebih fleksibel, te­r­ma­suk suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil sebesar 6 persen efek­tif per tahun serta p­e­ni­ng­kat­an porsi penyaluran ke sektor pro­duksi menjadi minimal 65 per­sen. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper