
RANTAU – Polres Tapin menggelar press release akhir tahun dengan laporan jumlah gangguan kamtibmas hingga angka kecelakaan lalu lintas yang menurun di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Hal itu diungkapkan Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika SH SIK MIK di Aula Sewakotama, Rabu (31/12).
Kapolres mengatakan, untuk trend kejahatan dari 234 kasus di tahun 2024 turun menjadi 199 kasus di tahun 2025, dan gangguan ketentraman dan ketertiban umum yang sebelumnya empat kasus di tahun 2024 menjadi enam kasus di tahun 2025.
Sementara pada data laka lantas, jumlah kecelakaan lalu lintas di tahun 2025 menurun, yaitu di tahun 2024 sebanyak 42 kasus dan di tahun 2025 hanya 30 kasus atau turun 13 kasus dengan persentase penurunan 30,02 persen.
Angka kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia juga menurun dari 18 kasus menjadi 10 kasus atau turun 44,4 persen, dan luka ringan karena kecelakaan juga menurun dari 52 menjadi 37 kasus dengan persentase sebesar 28,8 persen.
“Kecelakaan kendaraan roda empat menurun dari delapan menjadi lima, begitu juga kecelakaan roda dua dari 14 menjadi empat kasus. Kerugian material akibat kecelakaan juga menurun,” paparnya.
Secara umum, lanjut dia, data laka lantas tahun 2025 menunjukkan tren penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2024, baik dari jumlah kejadian, fatalitas korban, keterlibatan kendaraan, maupun kerugian materil.
“Hal ini mengindikasikan peningkatan efektivitas upaya preventif, preemtif dan penegakan hukum lalu lintas yang dilakukan Polres Tapin,” ujarnya.
Terpisah, Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto menyampaikan, secara umum situasi kamtibmas selama tahun 2025 berada dalam kondisi aman dan terkendali, meskipun terdapat dinamika peningkatan pada beberapa jenis tindak pidana yang berhasil di antisipasi dan ditangani secara profesional.
Ia memaparkan, di tahun 2024 terdapat 172 laporan yang masuk dengan penyelesaian sebanyak 150 kasus. Sedangkan untuk tahun 2025, laporan yang masuk sebanyak menjadi 176 dengan penyelesaian sebanyak 149 kasus.
Terkait penanganan narkoba, Polres HSU melakukan pengungkapan 53 kasus di tahun 2024 dan 76 kasus di tahun 2025. “Ditahun 2025, barang bukti yang diamankan meliputi sabu seberat 605.73 gram dan pil ekstasi sebanyak 101 butir, serta korisoprodol sebanyak 145 dengan jumlah 93 orang tersangka,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, untuk kasus kecelakaan lalu lintas terjadi kenaikan, yakni di tahun 2024 ada 75 kasus sedangkan tahun 2025 sebanyak 79 kasus. “Kasus kecelakan tahun 2025 ini mengalami peningkatan sebanyak empat kasus dibanding 2024,” ucapnya.
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Polres HSU mendukung potensi lahan seluas hampir 100 hektar yang ditanami jenis tanaman jagung manis dengan hasil panen selama empat kuartal sebanyak 680,605 ton.
Dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat, Polres HSU juga melaksanakan pengamanan berskala besar terhadap kegiatan keagamaan dan sosial, seperti haul ulama dan perayaan hari besar keagamaan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif berkat kesiapsiagaan personel gabungan.
“Selain penegakan hukum, Polres HSU turut mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok. Melalui berbagai program pendampingan dan pengelolaan lahan produktif, Polres HSU berkontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dengan ikut menyalurkan beras SPHP sebanyak 110 ton,” ujarnya.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polres HSU atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan sepanjang tahun 2025, serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas kerja samanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kabupaten HSU.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar Kabupaten HSU tetap aman, damai, dan kondusif. “Ke depan, Polres HSU akan terus berbenah dan berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sesuai dengan semangat Polri yang Presisi dan berorientasi pada kepentingan publik,” pungkasnya. her/suf

