
BALI – Bank Kalsel mencatat pencapaian signifikan dengan meningkatkan modal inti hingga Rp3,8triliun, menandai kesiapan bank ini untuk naik kelas menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II.
Pencapaian ini memperkuat posisi Bank Kalsel sebagai bank daerah yang kompetitif dan berdaya saing nasional.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, melalui Direktur Kepatuhan, Mitra Damayanti, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemegang saham, manajemen, dan seluruh karyawan.
“Kita patut bersyukur, target modal inti minimum (MIM) Rp3 triliun telah terpenuhi. Ini bukan hanya capaian angka, tetapi juga simbol komitmen Bank Kalsel dalam memperkuat struktur permodalan dan ekspansi usaha secara berkelanjutan,” ujar Mitra Damayanti saat membuka Media Gathering di Bali, Kamis (16/10).
Dengan peningkatan modal tersebut, Bank Kalsel kini siap untuk meningkatkan layanan dan produknya kepada nasabah, serta memperkuat peranannya dalam mendukung perekonomian daerah.
Pencapaian ini juga menunjukkan komitmen Bank Kalsel untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.
Media Gathering Bank Kalsel 2025 ini juga menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi kepada insan pers yang selama ini turut mendukung pertumbuhan dan reputasi Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah yang terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel berharap hubungan baik antara lembaga perbankan dan media akan semakin solid, sehingga bersama-sama dapat mendorong kemajuan ekonomi daerah dan meningkatkan literasi publik terhadap dunia keuangan. rds

