Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga Bawang Merah Bikin Meringis

by Mata Banua
14 Agustus 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Agustus 2025\15 Agustus 2025\7\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg
BAWANG MERAH – Harga bawang merah di pasar grosir turun rata-rata Rp 5.000 per kilogram, sementara di pasar eceran di sejumlah kota tren harga mulai menurun.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Ke­mentan) memastikan pasokan ba­wang merah nasional terjaga dan harga di berbagai wilayah, baik di pasar gro­sir maupun eceran, mulai kembali nor­mal setelah sempat berfluktuasi.

“Dalam beberapa pekan terakhir, Di­rektorat Sayuran dan Tanaman Obat me­mantau langsung sentra bawang me­rah seperti Nganjuk, Malang, Ban­dung, Garut, Cirebon, dan Brebes, ser­ta berkoordinasi dengan champion dan dinas pertanian setempat untuk men­jaga produksi,” kata Direktur Sa­yuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jen­deral Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi, di Jakarta.

Berita Lainnya

Harga Plastik Naik, PKL Menjerit

Harga Plastik Naik, PKL Menjerit

5 April 2026
Perajin Tahu-Tempe Makin Tergencet

Perajin Tahu-Tempe Makin Tergencet

5 April 2026

Berdasarkan pantauan di Pasar In­duk Kramat Jati pasokan yang masuk men­capai 106 ton per hari, meningkat da­ri sebelumnya hanya 80-90 ton. Har­ga di pasar grosir turun rata-rata Rp 5.000 per kilogram, sementara di pa­sar eceran di Jakarta dan sejumlah kota di Pulau Jawa, tren harga juga m­u­lai menurun.

Agung menambahkan, pasokan di Su­matera, terutama di Sumatera Utara, Aceh, Riau, dan Sumatera Barat, sem­pat terganggu akibat turunnya produksi di sentra utama Solok. Namun, sejak awal Agustus 2025, sejumlah sentra telah memasuki musim panen.

“Kekeringan Mei-Juli men­ye­bab­kan gagal panen dan mundurnya jadwal ta­nam di beberapa wilayah Jawa. Se­da­ngkan Agustus-September, Nganjuk di­perkirakan panen 5.000 hektare, Bi­ma Raya (Sumbawa, Dompu, dan Bima) 2.000 hektare, Brebes 3.600 hek­tare, dan Probolinggo 700 hektare dengan produktivitas rata-rata 12-14 ton per hektare,” jelasnya.

Berdasarkan tabulasi data, se­pan­jang Agustus 2025 diperkirakan panen se­luas 13.835 hektare, dan pada Sep­tember mencapai 16.342 hektare. De­ngan kondisi tersebut, Agung mem­per­kirakan pasokan bawang merah di pa­saran akan kembali normal. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper