Mata Banua Online
Jumat, April 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Produsen Beras Oplosan Diminta Turunkan Harga

by Mata Banua
20 Juli 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta para produsen beras menurunkan har­ga jual buntut temuan 212 merek beras yang dioplos atau tidak tidak sesuai mutu.

Ia menyebut sejumlah perusahan te­lah merespons imbauan pemerintah de­ngan menurunkan harga jual Rp1.000 per kemasan 5 kilogram (kg), atau setara Rp200 per kg.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Setelah kami menyurat ke penegak hu­kum 212 merek, dan mereka men­yu­rat, turunkan harga Rp1.000. Al­hamdulillah di bawah HET (harga ecer­an tertinggi). HET Rp74 ribu ya, Rp1.000 per kg turun menjadi Rp73 ri­bu,” ujar Amran dalam acara Laun­ching Penyebaran Beras Stabilisasi Pa­sokan dan Harga Pangan (SPHP) di Ka­n­tor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan.

Menurut Amran, penurunan harga ter­sebut merupakan hasil dari langkah ko­ordinatif pemerintah dalam men­do­rong transparansi harga dan mutu beras di tengah produksi nasional yang me­ningkat.

Ia menyatakan saat ini total se­ban­yak 1,5 juta ton beras digelontorkan ke pasar, termasuk 1,3 juta ton beras Sta­bilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Kita lepas SPHP 1,3 juta ton, total 1,5 juta ton seluruh Indonesia bergerak ber­sama-sama. Kami yakin 1-2 minggu har­ga turun, dan bahkan sudah ada pe­ru­sahaan besar menyurat, meminta dis­tributornya menurunkan harga Rp1.000 per kemasan,” kata Amran.

Ia pun meminta seluruh pelaku usa­ha mengikuti langkah tersebut demi men­jaga keterjangkauan harga di ting­kat konsumen. “Kami ucapkan terima ka­sih, tapi kami mohon seluruh Indonesia melakukn hal yang sama, agar mas­yarakat menikmati harga yang baik di saat produksi meningkat,” lan­jut­nya.

Amran menegaskan penurunan har­ga berasal langsung dari para pro­dusen, bukan distributor ataupun pe­ng­ecer. Ia juga mengingatkan agar pro­dusen menjaga mutu produk sesuai la­bel kemasan.

“Ya (penurunan harga) dari pro­du­sennya, karena kami imbau turunkan har­ga di bawah HET. Tapi ingat bukan saja HET, kualitas. Kalau dia premium, harus kualitasnya premium. Itu tidak bo­leh ditawar. Kalau dia medium, ya me­dium. Karena nanti kita mengecek secara rutin, berkala,” ucapnya.

Ia menambahkan imbauan tersebut ti­dak berlaku bagi beras SPHP yang di­produksi oleh Badan Usaha Milik Ne­gara (BUMN) dan badan usaha pa­ng­an pelat merah lainnya. Menurut Amran, beras SPHP sudah sesuai de­ngan standar mutu dan tidak terlibat da­lam praktik pengoplosan.

“Oh kalau ini (SPHP) enggak, eng­gak berani. Ini pelat merah ini semua, enggak berani. Ini Bapak Presiden (Prabowo) perintahkan, enggak berani ada yang oplos. Aku saja tidak berani, apa­lagi beliau-beliau. Mana berani mau oplos. Enggak, sesuai standar. 1,5 juta (ton) sesuai spek yang ada di ke­mas­an,” jelasnya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper