Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pentingnya Kualitas Beras Premium

by Mata Banua
16 Juli 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juli 2025\17 Juli 2025\7\7\kiri.jpg
JELI BELI BERAS PREMIUM – Masyarakat harus jeli ketika mem­beli beras premium. Salah satu indikator pembeda beras medium dan premium adalah butir patah atau brokennya maksimal 15 persen.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Kepala Badan Pa­ng­an Nasional (Bapanas/National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi membahas per­sya­rat­an kualitas beras premium. Ia me­nerangkan,kualitas beras se­be­nar­nya sudah tertuang dalam Pe­ra­turan Bapanas Nomor 2 Tahun 2023.

Ada juga jenis Harga Eceran Ter­tinggi (HET). Masyarakat bi­sa mengaksesnya. Sehingga bisa me­ngetahui dengan jelas. Arief men­yampaiakan salah satu in­di­ka­tor pembeda antara beras me­dium dan premium adalah butir pa­tah atau broken.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Broken-nya maksimal 15 pers­en. Kalau kita ikut standar in­ternasional, lebih ketat lagi, ka­re­na beras premium di luar negeri bi­sa maksimal di level 5 persen,” ka­ta Kepala NFA, dikutip Rabu.

Arief menjelaskan pen­cam­pur­an yang biasa dilakukan, mak­sudnya antara beras kepala atau beras utuh. Lalu ada pula be­ras pecah. “Nah karena beras pre­mium maksimal broken-nya 15 persen, beras kepala dan beras pe­cah tadi dicampur, sampai mak­simal 15 persen,” ujarnya.

Dalam Peraturan Badan Pa­ng­an Nasional Nomor 2 Tahun 2023, yang dimaksud beras ke­pa­la adalah butir beras dengan ukur­an lebih besar dari 0,8 sam­pai 1 butir beras utuh. Sementara, be­ras patah adalah butir beras ya­ng berukuran lebih besar dari 0,2 sam­pai lebih kecil 0,8 dari butir be­ras utuh.

Adapun kelas mutu beras pre­mium yang telah ditetapkan an­tara lain memiliki butir patah mak­simal 15 persen, kadar air ma­ksimal 14 persen, derajat sosoh minimal 95 persen, butir me­nir maksimal 0,5 persen. Ke­mudian total butir beras lainnya (butir rusak, butir kapur, butir me­rah/hitam) maksimal 1 persen, butir gabah dan benda lain harus nihil.

“Kalau di packaging dilabeli beras premium, maksimal br­o­kennya harus 15 persen. Kadar air­nya maksimal 14 persen, ka­rena kalau konsumen dapat beras ya­ng kadar airnya di atas 14 per­sen, itu nanti bisa cepat basi,” tu­tur Arief. rep/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper