Mata Banua Online
Sabtu, Desember 6, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Yesaya Saudale Tetap Bisa Main di Final IBL 2025

by Mata Banua
15 Juli 2025
in Olahraga
0
D:\2025\Juli 2025\16 Juli 2025\9\Olahraga Rabu\Yesaya Saudale.jpg
Pemain Pelita Jaya Jakarta Yesaya Saudale.(foto:mb/ant)

Jakarta – Guard Pelita Jaya Jakarta Yesaya Saudale dipastikan tetap bisa tampil di Final IBL 2025 melawan Dewa United Banten meski sempat dikeluarkan dari lapangan dalam laga semifinal kontra Satria Muda Pertamina Jakarta.

Dalam laga ketiga babak semifinal IBL 2025 antara Pelita Jaya dan Satria Muda di GOR Soemantri Brodjonegoro Jakarta, pada Minggu (13/7) Yesaya terlibat insiden pada kuarter pertama tersisa 4 menit 25 detik.

Berita Lainnya

D:\2025\Desember 2025\5 Desember 2025\9\Olahraga Jumat\master.jpg

Menang 2-0, Arsenal Kembali Jauhi Man City

4 Desember 2025
D:\2025\Desember 2025\5 Desember 2025\9\Olahraga Jumat\Kylian.jpeg

Kylian Mbappe Brace, El Real Menang 3-0

4 Desember 2025

Insiden bermula saat Shannon Evans melakukan penetrasi cepat menuju ring Pelita Jaya. Yesaya yang mengejar dari belakang berusaha melakukan blok, namun tangannya mengenai wajah Evans. Wasit kemudian menyatakan aksi tersebut sebagai unsportsmanlike foul.

Ketegangan meningkat setelah insiden itu. Point guard Satria Muda, Widyanta Putra Teja terlihat melakukan kontak dari belakang kepada Yesaya yang tengah berjalan menjauh, yang memicu reaksi keras dari pemain Pelita Jaya tersebut. Situasi sempat memanas hingga memaksa wasit turun tangan untuk meredakan konflik.

Pemimpin tim wasit asal Jepang Urushima Daigo melakukan evaluasi dan memutuskan menjatuhkan double technical foul kepada Yesaya dan Widyanta. Akibatnya, Yesaya harus keluar dari pertandingan atau ejected, sementara Widyanta tetap bermain.

Mengutip laman IBL, pihak liga menegaskan bahwa Yesaya tidak dijatuhi skorsing karena insiden tersebut tidak memenuhi syarat untuk larangan bermain.

Berdasarkan regulasi, skorsing hanya berlaku apabila seorang pemain menerima dua unsportsmanlike foul dalam satu pertandingan. Dalam kasus ini, Yesaya hanya menerima satu unsportsmanlike foul dan satu technical foul.

Keputusan ini memastikan Pelita Jaya tetap bisa menurunkan komposisi terbaiknya saat menghadapi Dewa United Banten dalam Final IBL 2025. Pertandingan gim pertama final dijadwalkan digelar pada akhir pekan ini, mempertemukan dua tim terbaik musim ini dalam perebutan gelar juara. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper