Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Keripik Tempe Kultiva Sukses Ekspor hingga 11 Negara

by Mata Banua
9 Juli 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juli 2025\10 Juli 2025\7\hal Ekonomi 10 Juli )\ascs.jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Bank Indonesia mem­perkirakan kinerja penjualan ecer­an secara bulanan pada Juni 2025 yang tercermin dalam In­deks Penjualan Riil/IPR akan ba­ng­kit dengan tumbuh positif usai dua bulan terakhir kontraksi.

Kepala Departemen Ko­mu­ni­kasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso men­yam­paikan bahwa hasil Survei Pen­jualan Eceran Juni 2025 mem­perkirakan IPR Juni tumbuh se­cara tahunan maupun bulanan, ma­sing-masing sebesar 2,0% (ye­ar on year/YoY) dan 0,5% (month to month/MtM).

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Secara bulanan, penjualan eceran akan didorong oleh pe­ni­ng­katan penjualan di sebagian be­sar kelompok barang, terutama Ke­lompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (1,4% MtM), Ba­rang Budaya dan Rekreasi (1,5%), dan Subkelompok San­dang (0,7%) yang keluar dari zo­na kontraksi.

“Peningkatan tersebut di­pe­ng­aruhi oleh faktor musiman, se­per­ti libur sekolah, Hari Besar Ke­agamaan Nasional [HBKN] Iduladha, dan program potongan ha­r­ga tengah tahun [mid season sale]” ujarnya dalam keterangan res­mi, Rabu.

Untuk diketahui, Survei Pen­ju­alan Eceran (SPE) merupakan sur­vei bulanan yang dilaksanakan de­ngan tujuan memperoleh in­for­mar­si dini mengenai arah per­ge­rakan produk domestik bruto (PDB) dari sisi konsumsi.

Survei dilakukan terhadap ku­rang lebih 700 pngecer sebagai res­ponden di 10 kota, yaitu Ja­karta, Semarang, Bandung, Su­ra­baya, Medan, Purwokerto, Ma­kassar, Manado, Ban­jar­ma­sin, dan Denpasar.

Sebelumnya pada dua bulan per­tama kuartal II/2025, alias April dan Mei, IPR mencatatkan kon­traksi sebesar 5,1% (MtM) dan 1,3%. Dengan demikian, la­ju kontraksi diperkirakan akan be­rakhir dan keluar menuju zona ek­spansi atau pertumbuhan positif pa­da Juni 2025.

Pada periode tersebut, pen­ju­alan eceran diperkirakan me­ngalami peningkatan di beberapa ko­ta. Secara bulanan, sejumlah kota yang diperkirakan m­e­ng­a­la­mi peningkatan yaitu Bandung (1,8%), Jakarta (1,2%), dan Ban­jarmasin (1,0%). Sementara itu, Makassar (2,4% MtM), Se­ma­rang (termasuk Purwokerto) (0,8%), dan Denpasar (0,6%) diperkirakan juga tetap tumbuh. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper