Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Produksi Beras Dipatok Naik 1,8 Juta Ton Jadi 33,8 Juta Ton

by Mata Banua
8 Juli 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juli 2025\9 Juli 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Menteri Pertanin (Mentan) Andi Amran Sulaiman me­nargetkan produksi beras In­donesia sebesar 33,8 juta ton pa­da 2026. Angka itu naik 1,8 ju­ta ton dari target awal 2025 yang sebesar 32 juta ton.

“Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan pro­duk­si dan produktivitas komoditas pertanian tahun 2026, dengan tar­get produksi beras sebesar 33,8 juta ton,” ujar Andi Amran da­lam Rapat Kerja bersama Ko­misi IV DPR RI di Jakarta.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Kendati demikian, angka ter­sebut lebih rendah di­ban­di­ng­kan proyeksi produksi beras In­donesia pada 2025 yang diper­kirakan mencapai 34,6 juta ton. Proyeksi ini berdasarkan laporan United States Department of Agriculture (USDA). Selain beras, Amran juga menargetkan prduksi jagung sebesar 22,7 juta ton, kedelai 343 ribu ton, aneka cabai 3,08 juta ton, dan bawang merah sebesar 2 juta ton.

Lebih lanjut, Mentan me­nar­getkan produksi kopi pada 2025 se­besar 786 ribu ton, kakao 633 ribu ton, kelapa 2,89 juta ton, daging sapi/kerbau sebesar 514,07 ribu ton, dan daging ayam sebesar 4,34 juta ton.

Untuk mencapai berbagai tar­get tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah program prioritas pada 2026. Program itu antara lain optimasi lahan, pencetakan sawah, penyediaan benih ung­gul, hilirisasi komoditas per­ta­nian, peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya, serta pe­ni­ng­katan produksi susu dan daging sapi.

Amran menegaskan bahwa swasembada pangan mnjadi ba­gian dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto un­tuk menjamin kebutuhan pangan bagi 284 juta penduduk In­do­ne­sia secara berkelanjutan. program prioritas na­sional swasembada pangan,” ka­ta Andi Amran.

Sebelumnya, Menteri Ke­uangan, Sri Mulyani, men­ya­ta­kan bahwa inerja sektor utama dari sisi produksi memberi alasan optimisme terhadap per­tumbuhan ekonomi In­do­nesia.

Ia menilai, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan tumbuh sangat ti­nggi sebesar 10,52 persen. Produksi beras melonjak ke level 19,09 juta ton pada periode Ja­nuari-Juni 2025, meningkat se­cara tahunan dari 16,86 juta ton pa­da periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan 13,2 per­sen.

Capaian ini menjadikn pro­duksi beras nasional tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, serta menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling pro­duk­tif di kawasan ASEAN. Pe­ni­ngkatan kinerja sektor pertanian turut didukung oleh langkah penyederhanaan regulasi dis­tribusi pupuk bersubsidi. Me­la­lui deregulasi tersebut, peme­rintah memastikan petani mem­pe­roleh pupuk sesuai periode ta­nam. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper