Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

DPR Sebut Beras Stok Lama Bulog Berkutu

by Mata Banua
3 Juli 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto menyoroti kondisi stok lama beras Bulog mulai berkutu. Dia me­wanti-wanti agar stok lama tersebut segera di­ta­ngani.

Hal tersebut diungkap Titiek da­lam Rapat Kerja Komisi IV de­ng­an Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dia meminta agar stok lama beras Bulog itu di­le­pas segera dan tidak diberikan ke­pa­da masyarakat krena kualitas ya­ng kurang baik.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Saya rasa tidak aman ya pak Men­teri. Karena kalau beras itu su­dah terlalu lama disimpan di gu­dang, itu kami lihat sendiri su­dah ada kutunya, walaupun kutu bu­kan kutu hitam, kutu putih, ta­pi tetap aja itu bukan beras yang fresh gitu ya, kalau terlalu lama di­simpan,” ujar Titiek dalam Ra­ker tersebut

Menanggapi pernyataan ter­se­but, Mentan Amran m­e­ne­gas­kan telah melakukan penanganan. Dia pun memastikan beras de­ng­an kondisi buruk tak akan di­be­­rikan kepada masyarakat.

“Mau impor, mau dalam ne­geri, yang penting rusak bu, eng­gak boleh dilepas keluar. Kita ke­ta­ti sekarang.Kenapa? pernah ter­jadi bu, 2016-2017, beras yang ke­luar, maf berkutu seperti ibu sam­paikan. Jangan terulang itu bu. Kami waktu itu, Menteri di sini juga, itu jadi polemik,” kata Amran.

“Jadi kami sangat hati-hati se­karang Bu, dengan pengalaman itu. Juga pada saat Ibu sampaikan du­lu, 6 bulan lalu kalau tidak sa­lah, 2024, kami langsung mempercepat fumigasi, yang ma­sih bagus, tetapi yang kurang ba­gus, langsung dikeluarin bu. Itu ka­mi sudah sepakat dengan Bu­lognya,” sambung dia.

Amran menjelaskan, ada stok sisa beras 1,7 juta ton dari pe­ro­lehan sejak 2024 lalu. N­a­mun, stok ini akan lebih dahulu di­keluarkan dari gudang seiring de­ngan sejumlah program pen­ya­lurannya.

Dia memastikan penyaluran dila­kukan dengan memperhatikan kua­litas beras masih baik untuk di­konsumsi masyarakat.

“Kami ikut monitor terus ini ren­cana kita bu ketu kita akan ke­luarkan 360 ribu ton, itu bansos ini kita prioritaskan yang lebih awal masuk (gudang). Kedua, ki­ta akan keluarkan 1,2 juta ton be­rarti ini habis, hampir habis, ka­rena (totalnya) 1,5 juta ton (se­b­a­gian disalurkan pada program) SPHP,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Wa­kil Menteri Pertanian (Wa­men­tan) Sudaryono me­ma­mer­kan jumlah cadangan beras pe­me­rintah (CBP) sebesar 4 juta ton yang dikuasai Perum Bulog. Na­mun, agka itu tak berarti me­ng­gambarkan seluruh hasil panen lokal.

Dia menjelaskan, Bulog han­ya menyerap 10 persen dari total ha­sil panen beras dalam negeri. Bi­sa dibilang, jumlah panen be­ras RI 10 kali lipat lebih besar da­ri cadangan yang dimiliki Bu­log.

“Jangan dipikir beras 4 juta (ton) itu adalah total semua panenan rakyat kita, salah. Bulog hanya membeli 10 persen, ke­mu­ng­kin­an dari total panenan ini yang di­se­rap oleh Bulog hanya 10 per­sen saja,” kata Sudaryono dalam In­onesia Connect by Liputan6, di SCTV Tower, Jakarta. lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper