Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

80 Persen Beras SPHP Dioplos Jadi Premium

by Mata Banua
30 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan dugaan pe­ng­oplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 80 persen, ya­ng kemudian dikemas ulang menjadi beras pre­mium. Ia menyebut, tindakan tersebut ber­potensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2 triliun per tahun.

“Menurut laporan dari ba­wah, pengakuan tim Satgas Pa­ng­an yang bekerja secara ter­tu­tup, itu 80 persen dioplos,” kata Amran di Kantor Kementerian Per­tanian Jakarta, Senin (30/6).

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Hanya 20 persen yang me­ru­pakan beras SPHP murni, se­da­ngkan sisanya dicampur dan di­kemas menggunakan label be­ras premium, lalu dijual dengan ha­ga premium. Berdasarkan per­hitungannya, kerugian negara bi­sa mencapai Rp 2 triliun per tahun.

“Contoh, harga pemerintah ini sudah didiskon, ada subsidi Rp 1.500 atau Rp 2.000. Setelah di­serahkan ke kios, tidak ada instrumen pengontrol. Yang dipajang hanya 20 persen, yang 80 persen dijadikan beras pre­mium. Naik Rp 2.000, jika 1,4 ju­ta ton (kuota beras subsidi SPHP) dikalikan 80 persen, ar­tinya 1 juta ton. Lalu 1 juta ton di­kalikan Rp 2.000, hasilnya Rp 2 triliun,” jelasnya.

Amran menegaskan, kasus ini makin pelik karena SPHP jus­tru didistribusikan pada saat pa­nen raya. Padahal, idealnya SPHP dikeluarkan hanya saat anen terbatas untuk menjaga ke­se­imbangan pasar.

“Yang menarik, SPHP di­tu­run­kan saat panen raya. Ini tidak bo­leh terjadi. Coba cek data Ra­kortas, sudah kami tegaskan,” ucapnya.

Salah satu lokasi yang di­soroti ialah kawasan Cipinang. Ia mengatakan, biasanya stok har­ian hanya sekitar 40 ribu ton, na­mun melonjak menjadi 50 ribu ton per hari secara tiba-tiba.

Saat ini, Kementerian Per­ta­nian tengah mendalami hasil in­ves­tigasi mengenai mutu dan har­ga beras di pasaran. Mayoritas be­ras premium dan medium yang ber­edar dinilai tidak sesuai de­ng­an volume, tidak mengikuti har­ga eceran tertinggi (HET), be­lum teregistrasi sebagai Pangan Se­gar Asal Tumbuhan (PSAT), dan tidak memenuhi standar mutu se­suai Permentan Nomor 31 Ta­hun 2017.

Dalam investigasi selama 6-23 Juni 2025, dari 268 sampel be­ras yang diambil dari 212 me­rek di 10 provinsi, ditemukan 85,56 persen beras premium ti­dak sesuai standar mutu. Selain itu, 59,78 persen melebihi HET dan 21,66 persen memiliki berat bersih lebih rendah dari yang tertera pada kemasan.

Untuk kategori beras me­dium, sebanyak 88,24 persen ti­dak memenuhi standar mutu SNI. Lalu 95,12 persen dijual di atas HET, serta 9,38 persen tercatat memiliki berat kemasan tidak sesuai.

“Ketidaksesuaian mutu beras premium mencapai 85,56 per­sen, HET 59,78 persen, dan be­rat 21,66 persen. Kami libatkan 13 laboratorium di seluruh In­do­nesia, karena persoalan ini sa­ngat sensitif,” ungkap Amran.

Kementan memperkirakan total kerugian konsumen dari be­ras premium mencapai Rp 34,21 tri­liun dan dari beras medium sekitar Rp 65,14 triliun, sehingga total kerugian masyarakat men­capai Rp 99,35 triliun per tahun. “Kami akan verifikasi ulang. Sat­gas akan turun kembali. Mutu, har­ga, dan berat yang tidak se­suai sangat merugikan kon­su­men,” ujarnya. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper