Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Subsidi Upah Rp600 Ribu Mulai Mengalir

by Mata Banua
24 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Mena­ker) Yassierli sudah menyalurkan Bantuan Sub­sidi Upah (BSU) 2025 kepada 2.450.068 pe­ker­ja bergaji Rp3,5 juta ke bawah dari total 3.697.836 penerima yang ditetapkan pada ta­hap pertama.

Sementara itu, sisanya se­ban­yak 1.247.768 penerima masih da­lam proses penciran.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Dari jumlah penerima BSU ta­hap 1 yang ditetapkan sebanyak 3.697.836 penerima, sudah ter­salurkan ke rekening penerima se­banyak 2.450.068 orang, dan si­sanya 1.247.768 masih dalam pro­ses,” kata Yassierli dalam kon­ferensi pers di Kemnaker, Jakarta Se­latan, Selasa.

Untuk tahap kedua, BPJS Ke­tenagakerjaan telah meng­i­rim­kan data sekitar 4,5 juta calon pe­ne­rima dan saat ini masih da­lam tahap verifikasi dan validasi.

Yassierli menyampaikan BSU ditujukan untuk membantu daya beli pekerja bergaji rendah, ya­ng secara tidak langsung ber­kon­tribusi terhadap pertumbuhan ek­o­nomi nasional.

“Tentu kalau kita berbicara ka­rakteristik dari penerima BSU, me­reka dengan gaji kurang dari 3,5 juta dan kemudian UMP, ten­tu BSU ini menjadi sesuatu yang pen­ting bagi mereka,” ujarnya.

“Dalam diskusi-diskusi se­be­lumnya di Kemenko Pe­re­ko­no­mian, memang sangat mem­ban­tu dalam meningkatkan daya be­li buruh dan pekerja,” imbuh dia lebih lanjut.

Ia juga memastikan tidak ada pe­motongan dalam penyaluran ban­tuan ini. “Sesuai dengan ang­garan yang kami minta kepada Ke­menterian Keuangan, sebesar itu­lah yang kemudian diterima oleh para penerima upah,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan seluruh pro­ses dilakukan secara hati-hati da administratif agar sesuai aturan dan transparan.

BSU tahun ini merupakan ba­gian dari kebijakan stimulus ekono­mi kuartal II yang di­u­mum­kan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menargetkan 17 ju­ta pekerja atau buruh dengan be­saran bantuan Rp300 ribu per bul­an selama dua bulan yang di­ba­yarkan sekaligus, sehingga total ya­ng diterima adalah Rp600 ribu per orang.

Adapun syarat penerima me­li­puti WNI yang memiliki NIK, pe­serta aktif BPJS Ke­te­na­ga­ker­jaan hingga April 2025, ber­pe­ng­hasilan maksimal Rp3,5 juta atau setara dengan upah minimum dae­rah, bukan ASN, prajurit TNI, atau anggota Polri, dan ti­dak sedang menerima bantuan Prog­ram Keluarga Harapan (PKH) pada tahun anggaran ber­jalan.

Penyaluran BSU dilakukan me­lalui bank-bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri), ser­ta Bank Syariah Indonesia (khu­sus Aceh). Untuk pekerja yang tid­ak memiliki rekening Himbara, ban­tuan akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Dasar hukum program ini dia­tur dalam Permenaker Nomor 5 Tahun 2025, serta Keputusan Dirjen PHI dan Jamsos Nomor 4/737/HK.06/VI/2025 yang berisi petunjuk teknis pe­lak­sa­na­an.

Selain itu, DIPA Ditjen PHI dan Jamsos juga telah diterbitkan pa­da 18 Juni 2025 untuk men­du­kung realisasi anggaran. bisn/b06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper