Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penyaluran KUR Masih Rendah

by Mata Banua
18 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juni 2025\19 Juni 2025\7\7\ft master.jpg
EVALUASI KUR KALIMANTAN – Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman (tengah) saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) evaluasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) regional Kalimantan di Banjarmasin Rabu.(foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Menteri Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman me­ngakui realisasi penyaluran kredit usaha rak­yat (KUR) untuk regional Kalimantan hingga Ju­ni 2025 masih relatif rendah.

“Kalau melihat realisasi pen­ya­luran KUR hingga Juni 2025 di regional Kalimantan ini, masih re­latif rendah dibanding regional la­in­nya secara nasional,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu (18/6).

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Hal itu disampaikannya pada Ra­pat Koordinasi (Rakor) KUR Re­gional Kalimantan ke-3 secara masional di Gedung Mahligai Panc­asila Banjarmasin.

Namun demikian, sebut Maman, secara kualitas pen­ya­lur­an KUR untuk sektor pro­duk­si di regional Kalimantan men­ca­pai 62 persen, hal itu termasuk ya­ng tinggi, karena melebihi tar­get secara nasional 60 persen.

Rakor dihadiri Wakil Menteri (Wamen) UMKM, Helvi Mo­ra­za, Gubernur Kalsel, H Muhidin di­wakili Plt Asisten Bidang Pe­re­konomian dan Pembangunan Set­daprov Kalsel, H Isharwanto dan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK serta pimpinan per­ban­ka penyalur KUR.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menyebutkan se­cara nasional realisasi penyaluran KUR dari perbankan pemerintah, swas­ta dan bank daerah telah men­capai Rp118 triliun, tetapi se­cara regional Kalimantan hanya se­kitar Rp7,64 triliun.

Realisasi penyaluran KUR regional Kalimantan tersebut, se­but Maman, untuk 113.064 pe­ne­rima, diantaranya 51.139 de­bi­tur baru dan 25.114 graduasi atau naik kelas.

“Dari realisasi penyaluran KUR di regional Kalimantan se­be­sar Rp7,64 triliun tersebut, ter­besar penyaluran di Provinsi Ka­limantan Selatan mencapai Rp2,257 triliun dengan jumlah de­bitur sebanyak 38.400,” ujar­nya.

Melihat masih rendahnya rea­li­asi penyaluran KUR di regional Ka­limantan tersebut, Maman men­yatakan pihaknya terus men­do­rong keterlebihan aktif pe­me­rintah daerah (Pemda) untuk me­nin­gkatkan jumlah debitur di Ka­li­mantan.

“Kami akan terus mendorong ke­terlibatan Pemda secara aktif baik provinsi maupun kabupaten/ko­ta untuk melakukan pe­n­dam­pingan terhadap calon debitur ba­ru,” katanya.

Menyinggung Rakor, Maman menyatakan kegiatan ra­kor ini dimaksudkan untuk me­la­kukan evaluasi dan monitoring ter­hadap kendala atau per­ma­sa­lah­an yang dihadapi perbankan d­a­lam penyaluran KUR di In­do­ne­sia, termasuk regional Ka­li­man­tan.

“Kita juga ingin memastikan dis­tribusi penyaluran KUR tahun 2025 tepat sasaran dan ber­­ku­a­li­tas sehingga akan berd­am­pak pa­da peningkatan pe­rekonomian di In­­donesia, khu­susnya regional Ka­limantan,” ka­tanya. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper