
BANJARMASIN – Ajang seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi tahun ini kembali digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (11/6).
Puluhan pemuda pemudi pilihan dari 13 Kabupaten/ Kota di Kalimantan Selatan dibekali berbagai materi untuk menjadi agen perubahan di masyarakat terutama di lingkungan tempat tinggalnya.
Plt Kepala Dispora Kalsel, Fitri Hernadi, mengatakan bahwa kegiatan ini menyeleksi pemuda-pemudi yang aktif dan berkontribusi nyata di lima bidang kepeloporan. Mereka tidak hanya diberi materi dan pembekalan untuk mewakili Kalsel di tingkat nasional.
“Ini untuk para pemuda yang memiliki peran penting di lima bidang. Mereka akan mendapatkan materi, lalu dilanjutkan dengan seleksi untuk memilih perwakilan dari 13 kabupaten/kota yang hadir. Mereka ini adalah sosok yang sudah berdampak nyata di wilayah masing-masing,” ujar Fitri.
Menurut Fitri, para peserta umumnya telah memiliki komunitas dan kontribusi nyata di daerahnya, seperti pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan sosial.
“Pemilihan pemuda pelopor ini agar mereka bisa membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Misalnya, di bidang ekonomi kreatif, mereka mampu memproduksi karya yang membanggakan daerah. Atau di bidang lingkungan, mereka mengajak komunitas untuk lebih peduli pada kelestarian alam,” jelasnya.
Selain inovasi dan kontribusi, pemuda pelopor juga dituntut agar dapat menyusun strategi dan membuktikan dampak dari kegiatan mereka di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan berdasarkan acuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Terdapat lima bidang utama yang dilombakan meliputi pendidikan, pangan, inovasi teknologi, sumber daya alam dan lingkungan, pariwisata, serta seni budaya. Kegiatan diikuti 30 peserta dari 13 kabupaten/kota yang telah terpilih melalui tahapan seleksi sebelumnya.
“Kepeloporan disini berarti mereka menjadi pelopor gerakan positif di bidang masing-masing dan mampu mengajak pemuda lain,” ujarnya.
Anugrah pun berharap pemuda pelopor Kalsel yang terpilih nantinya bisa membawa prestasi di tingkat nasional. Sebab menurutnya Pada tahun 2023, Kalsel berhasil meraih juara 1 nasional di bidang agama, sosial, dan budaya yang diwakili oleh pemuda dari Kota Banjarmasin.
Namun, pada tahun 2024, meskipun kembali mengirimkan wakil, Kalsel belum berhasil meraih gelar karena persaingan ketat dengan peserta dari provinsi lain yang bahkan telah menorehkan prestasi di tingkat internasional.
“Tahun ini kami berharap bisa kembali meraih juara nasional. Karena jika sudah sampai ke tingkat nasional, maka kepeloporannya harus berdampak luas, bahkan hingga ke level internasional,” tutupnya. via

