Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Legenda Bulu Tangkis Indonesia Tan Joe Hok Tutup Usia

by Mata Banua
2 Juni 2025
in Olahraga
0
D:\2025\Juni 2025\3 Juni 2025\9\Olahraga Selasa\legenda.jpg
Tan Joe Hok. (Foto:mb/ arsip/ant)

Jakarta – Mantan pebulu tangkis nasional Tan Joe Hok, yang juga pahlawan Piala Thomas dan salah satu legenda terbesar dalam sejarah bulu tangkis Indonesia, tutup usia.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh mantan pebulu tangkis nasional Yuni Kartika lewat unggahan di media sosial, Senin (2/6).

Berita Lainnya

Muenchen ke Semifinal Usai Taklukkan Real Madrid 4-3

Muenchen ke Semifinal Usai Taklukkan Real Madrid 4-3

16 April 2026
Imbang 0-0 dengan Sporting, Arsenal ke Semifinal

Imbang 0-0 dengan Sporting, Arsenal ke Semifinal

16 April 2026

“Telah meninggal dunia legenda bulu tangkis kebanggaan Indonesia Om Tan Joe Hok. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan YME,” tulis Yuni.

Tan Joe Hok, yang bernama asli Hendra Kartanegara, merupakan pemain tunggal putra pertama Indonesia yang menjuarai All England, setelah mengalahkan Ferry Sonneville di final 1959.

Setahun sebelumnya, ia menjadi pilar penting dalam sejarah: membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas perdana 1958 di Singapura.

Tak hanya di sektor tunggal, Tan Joe Hok juga diturunkan di nomor ganda. Ketangguhannya mengantarkan Indonesia mengalahkan Malaya 6-3, membuka jalan bagi kejayaan bulu tangkis nasional di level dunia.

Usai gantung raket, dedikasinya tak luntur. Ia sempat melatih di Meksiko dan Hong Kong, sebelum kembali ke Tanah Air dan bergabung dengan PB Djarum pada 1982.

Di sana, ia menjabat sebagai pelatih dan project manager cabang Jakarta. Puncaknya, ia dipercaya memimpin tim Piala Thomas 1984, dan sukses membawa Indonesia menaklukkan Tiongkok untuk kembali merebut supremasi bulu tangkis dunia.

Atas kiprahnya, SIWO PWI Jaya menganugerahinya penghargaan Pelatih Olahraga Terbaik tahun 1984.

Tan Joe Hok adalah satu dari “Tujuh Pendekar Bulu Tangkis Indonesia”, simbol generasi emas yang menancapkan panji Merah Putih di panggung internasional. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Indonesia, khususnya bulu tangkis. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper