Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kebutuhan Hewan Kurban Diprediksi Naik 1,98 Persen

by Mata Banua
2 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juni 2025\3 Juni 2025\7\7\master 7.jpg
KEBUTUHAN HEWAN KURBAN – Kebutuhan hewan kurban nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 2.074.269 ekor, meningkat 1,98% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun untungnya ketersediaan hewan kurban nasional tercatat mencapai 3,21 juta ekor. Jadi masih terdapat surplus sekitar 1,14 juta ekor hewan kurban.(foto:mb/ant)

 

PONTIANAK – Kementerian Pertanian (Ke­mentan) memperkirakan kebutuhan he­wa­n kurban nasional tahun ini meningkat di­­banding tahun lalu. Kendati begitu, ke­ter­sediaan hewan kurban nasional tercatat me­ngalami surplus tahun ini.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Direktur Jenderal Peternakan dan Ke­se­hatan Hewan Kementan Agung Suganda men­yampaikan, kebutuhan hewan kurban di­perkirakan mencapai 2,07 juta ekor. “Ke­bu­tuhan hewan kurban nasional pada 2025 di­perkirakan mencapai 2.074.269 ekor, me­ni­ngkat 1,98% dibandingkan tahun se­be­lum­nya,” ungkap Agung dalam keterangan ter­tulisnya, dikutip Senin.

Selain kebutuhan nasional yang me­ngalami peningkatan, Agung menyebut bah­wa ketersediaan hewan kurban nasional ter­ca­tat mencapai 3,21 juta ekor.

Dengan demikian, kata dia, terdapat sur­plus sekitar 1,14 juta ekor hewan kurban. Ken­dati pasokan hewan kurban mencukupi, Agu­ng meminta semua pihak untuk tetap was­pada terhadap penyakit hewan menular stra­tegis (PHMS) seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks.

Sejalan dengan hal itu, Kementan juga te­lah menerbitkan surat edaran kewaspadaan ter­hadap zoonosis menjelang Iduladha. Di sam­ping itu, Agung juga mengimbau agar he­wan kurban yang tidak terjual, tidak di­kem­balikan ke daerah asal. Alih-alih meng­em­balikan ke daerah asal, pemerintah me­min­ta agar hewan kurban tersebut dipotong di rumah potong hewan (RPH) atau dijual di wilayah sekitar untuk mencegah potensi pen­yebaran penyakit.

Di sisi lain, Ditjen PKH melaporkan bah­wa kebutuhan sapi kurban Bantuan Ke­mas­yarakatan (Banmas) Presiden tahun ini men­capai 756 ekor.

Nantinya, sapi kurban tersebut akan di­distribusikan ke 38 masjid provinsi, 514 masjid kabupaten/kota, masjid Istana Pre­siden di daerah, masjid sekitar kediaman Pre­siden, serta organisasi masyarakat Islam.

Pekan lalu, Kementan telah melepas se­ban­yak 9.743 petugas pemantau hewan kur­ban untuk memastikan pelaksanaan kur­ban di seluruh Indonesia berjalan sesuai prin­sip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Agung menuturkan, pelaksanaan pe­ng­awasan hewan kurban tahun ini akan fo­kus pada pemeriksaan dokumen Surat Ke­terangan Kesehatan Hewan (SKKH), pe­me­riksaan ante-mortem dan post-mortem, le­galitas tempat pemotongan, serta jaminan pe­nerapan prinsip Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan Kesejahteraan Hewan (Kesrawan). bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper