
BANJARMASIN – Menolak lupa akan tragedi kelam yang pernah terjadi di Banjarmasin, yakni tragedi kerusuhan Jumat Kelabu. Sejumlah massa aksi yang terkumpul dalam Solidaritas Aksi Kamisan, kembali menggelar aksi di persimpangan Jalan Lambung Mangkurat depan Hotel A Banjarmasin, Kamis (22/5) sore.
Dengan tajuk ‘Menolak Lupa, Tragedi Jumat Kelabu’, aksi ini dilakukan untuk memperingati kejadian kerusuhan yang terjadi pada 23 Mei 1997 silam.
Koordinator aksi, Muhammad Khafi menerangkan, ini adalah bentuk perlawanan terhadap bentuk lupa dan pembiaran akan kejadian kelam yang pernah terjadi di Banjarmasin tersebut.
“Saat itu ratusan nyawa melayang, ribuan orang luka dan kota ini jadi ladang kekerasan. Tapi sampai saat ini negara belum membuka kebenaran,” ujarnya, seperti dikutip jejakrekam.com.
“Baik dari pertanggung jawaban yang jelas serta sampai saat ini tidak ada satupun pelaku yang berada di meja hukum,” sambungnya.
Aksi yang dilakukan pihaknya pun, dikatakan Khafi, bukan sekedar kegiatan seremoni belaka. Namun juga sebagai bentuk pengingat, bagi masyarakat dan pemerintah akan tragedi ini.
“Tragedi ini belum selesai, ini adalah luka lama, ini adalah luka sejarah yang tidak bisa ditutup-tutupi,” ungkapnya.
Atas terselenggaranya aksi ini pun dirinya berharap, kebenaran akan tragedi ini bisa terungkap seluruhnya.
Bentuk pertanggungjawaban hukum pula harus bisa ditegakkan, bagi para aktor-aktor yang terlibat. Ia juga berharap agar bisa dilakukannya pemulihan bagi para korban maupun keluarga.
“Termasuk pengakuan resmi dan kompensasi yang layak bagi korban,” tandasnya jjr

