Mata Banua Online
Jumat, Desember 12, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BI Rate Turun ke 5,50%, Siap Pacu Pertumbuhan Ekonomi

by Mata Banua
21 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Mei 2025\22 Mei 2025\7\7\Foto Berita 5.jpg
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) didampingi Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kanan) dan Deputi Gubernur Doni P. Joewono memberikan keterangan saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG).(foto:mb/bis)

JAKARTA — Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan alias BI Rate ke level 5,50% berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 20—21 Mei 2025. “Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 20 dan 21 Mei 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (21/5).

Dalam pengumuman suku bunga BI hari ini, bank sentral juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75% dan suku bunga Lending Facility tetap 6,25%. Perry mengatakan keputusan suku bunga ini konsisten dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang rendah, serta tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%.

Berita Lainnya

D:\2025\Desember 2025\12 Desember 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg

Kalsel Kembangkan 3.000 Hektar Kelapa Dalam

11 Desember 2025
D:\2025\Desember 2025\12 Desember 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg

Harga Cabai Rawit Masih Mahal

11 Desember 2025

“[Keputusan itu merupakan] upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, serta untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Perry.

Perry juga menjelaskan bahwa ke depannya, BI akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasarannya dan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai fundamental.

BI tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan domestik. Alasan Bank Indonesia Turunkan BI Rate: Pacu Ekonomi dan Rupiah saat Inflasi Rendah BI Pangkas Outlook Ekonomi RI 2025 jadi 4,6% meski Ketidakpastian Global Mereda IHSG Bergeliat Sentuh 7.170 Usai BI Rate Diturunkan ke 5,50% Konsensus dalam survei Bloomberg menunjukkan sebanyak 22 dari 35 ekonom memperkirakan BI akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%, sementara sisanya memprediksi mempertahankan suku bunga.

BI telah mempertahankan suku bunga sejak Januari guna meredam tekanan terhadap nilai tukar yang dipicu ancaman tarif dari AS. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai ada momentum yang tepat bagi BI untuk memangkas suku bunga pada RDG bulan ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Tekanan eksternal terhadap rupiah telah mereda, sementara inflasi masih dalam kisaran target BI,” jelas Andry.

Penurunan BI Rate juga dipandang sebagai solusi terhadap ketatnya likuiditas perbankan dan lambannya pertumbuhan kredit. Bulan lalu, BI memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini kemungkinan hanya akan mencapai batas bawah dari target 11%–13%.

“Dengan pertumbuhan yang lemah, yang tak bisa hanya ditopang oleh stimulus fiskal, serta inflasi yang rendah, alasan untuk pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin kuat,” tulis ekonom HSBC Holdings Plc Pranjul Bhandari dan Aayushi Chaudhary.

Di sisi lain, sejumlah ekonom menilai BI masih perlu mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah yang mulai menguat ke bawah Rp16.500 per dolar AS.

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) Hosianna Evalita Situmorang meyakini penahanan BI Rate perlu dilakukan karena peningkatan volume FX swap yang menandakan meningkatnya kebutuhan likuiditas dalam sistem perbankan. “Untuk saat ini, fokusnya tetap pada stabilitas nilai tukar dan manajemen likuiditas,” ujarnya,bis

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper