Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sri Mulyani Patok Asumsi Rupiah Tembus Rp16.900

by Mata Banua
20 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Mei 2025\21 Mei 2025\7\7\hil-rupiah-2.jpg
Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer.bis

JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan asumsi nilai tukar rupiah berada di rentang Rp16.500—16.900 per dolar AS pada 2026. Asumsi tersebut disampaikan Sri Mulyani ketika memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (20/5).

“Minat beli investor di pasar SBN, ditambah investasi asing langsung serta kinerja ekspor yang terus dipertahankan tetap kuat menciptakan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, di rentang Rp16.500—Rp16.900,” ujar Sri Mulyani.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Bendahara negara itu melanjutkan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan global yang masih tinggi, suku bunga SBN Tenor 10 Tahun berada pada kisaran 6,6%—7,2%.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengakui bahwa asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu memang cenderung konservatif. Sebagai perbandingan, pemerintah mengasumsikan nilai tukar rupiah sebesar Rp16.000 per dolar AS.

Artinya, rentan asumsi Rp16.500—Rp16.900 per dolar AS pada tahun depan malah memburuk. Sri Mulyani Sampaikan Asumsi Dasar Makro 2026, Pertumbuhan Ekonomi 5,8% APBN April 2025 Surplus Rp4,3 Triliun, Efek Belanja dan Pendapatan Kompak Turun Febrio menjelaskan bahwa terjadi volatilitas yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir di pasar keuangan akibat peningkatan ketidakpastian global.

“Namanya ketidakpastian, kita harus buka ruang sehingga 2026 kita berikan range [rentang] yang konservatif,” jelas Febrio usai rapat paripurna DPR.

Kendati demikian, sambungnya, pemerintah masih terbuka untuk membahas lebih lanjut asumsi nilai tukar rupiah tersebut bersama DPR ke depannya. Dengan demikian, tidak ada perpecahan antara pemerintah dengan parlemen dalam penyusunan Rancangan APBN 2026.

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper