Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemerintah Belum Salurkan Beras Bulog dan Bansos 10 Kg

by Mata Banua
15 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Mei 2025\18 Mei 2025\7\7\FT MASTER.jpg
BELUM DISALURKAN – Pemerintah belum ada jadual untuk melakukan bantuan sosial (bansos) beras 10 kg dan beras murah Bulog. Alasannya karena gabah di beberapa daerah justru masih di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok Rp6.500 per kilogram. Jika bansos dan SPHP disalurkan dianggap malah bakal menekan harga gabah serta beras di pasar.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan alasan mengapa bantuan so­sial (bansos) beras 10 kg dan beras murah Bulog be­lum disalurkan lagi oleh pemerintah.

Bansos atau bantuan pangan beras bia­­sanya dikucurkan pemerintah se­ba­gai bentuk intervensi dari mahalnya har­ga di pasar. Begitu pula penyaluran be­­ras murah Stabilitas Pasokan Harga Pa­ngan (SPHP) yang diproduksi Bu­log.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Amran mengungkapkan gabah di be­berapa daerah justru masih di bawah har­ga pembelian pemerintah (HPP) ya­ng dipatok Rp6.500 per kilogram. Jika bansos dan SPHP disalurkan di­anggap malah bakal menekan harga gabah serta beras di pasar.

“Harga (gabah) kami cek di la­pa­ng­an bersama Bulog itu masih ada 40 persen di bawah HPP. Artinya apa? Ini harus diangkat. Begitu kita ke­luarkan SPHP, terpukul lagi ini (har­ga gabah), turun,” jelasnya, dikutip Ka­mis (15/5).

“Kami cek kemarin 40 persen (dae­rah) di bawah HPP, yang berada pa­da garis HPP dan di bawah HPP itu totalnya 60 persen. Ini masih sig­ni­fikan, ini harus kita angkat. Kalau per­lu, di atas HPP semua. Kalau su­dah di atas HPP semua, itu sudah top,” sambung Amran.

Mentan Amran mengatakan harga ga­bah turun seiring meningkatnya pro­duksi beras. Meski begitu, ia m­e­ne­gaskan pemerintah tetap berupaya agar HPP gabah di tingkat petani se­suai dengan aturan yang berlaku.

Per hari Kamis, Panel Harga Pa­ng­an Badan Pangan Nasional (B­a­pa­nas) mencatat rata-rata gabah kering pa­nen (GKP) di tingkat petani sudah na­ik Rp31 atau 0,47persen ke level Rp6.632 per kg secara nasional. Se­da­ngkan gabah kering giling (GKG) di tingkat produsen turun Rp54 alias 0,70 persen menjadi Rp7.661 per kg.

Memang masih ada gabah di ti­ng­kat petani yang di bawah HPP, yak­ni di Nusa Tenggara Barat (NTB) se­besar Rp6.350 per kg. Sedangkan pro­vinsi lainnya sudah sesuai HPP, bah­kan bisa tembus Rp7.000 lebih untuk setiap gram gabah.

Sedangkan harga beras premium di penggilingan terpantau turun Rp34 atau 0,24 persen menjadi Rp13.910 per kg. Di lain sisi, harga beras me­dium penggilingan dibanderol Rp12.637 per kg alias naik Rp45 di­ban­­dingkan hari sebelumnya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper