Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ritel Tutup Karena Kalah Saing

by Mata Banua
7 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

D:\2025\Mei 2025\8 Mei 2025\7\7\ft master.jpg

 

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

JAKARTA – Himpunan Peritel dan Pen­yewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyebutkan beberapa hal yang men­yebabkan sejumlah toko, terutama di wi­layah perkotaan, terpaksa menutup ge­rai­nya.

Tingginya biaya opersional dan ke­tidakmampuan bersaing dengan peritel yang me­miliki skala bisnis lebih besar disinyalir men­jadi salah satu penyebab sejumlah toko ri­tel tutup.

“Karena satu, mungkin costing-nya be­sar. Misalnya tokonya cuma 10. Tidak bisa ber­saing dengan yang tokonya banyak,” ka­ta Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah ditemui di Jakarta.

Selain itu, Budihardjo menyebutkan pergeseran preferensi konsumen ke platform online juga menjadi tantangan tersendiri bagi peritel konvensional.

Meskipun demikian, dia menekankan bah­wa keberadaan toko offline tetap relevan dan para pemain ritel konvensional kini juga ak­tif merambah ke ranah online.

Kendati begitu, Budihardjo menilai pros­pek industri ritel di Indonesia akan te­tap tumbuh positif di tengah maraknya toko ri­tel yang berguguran.

Besarnya populasi Indonesia, yang men­capai sekitar 270 juta jiwa, menurutnya men­jadi pasar domestik yang sangat po­tensial. Selain itu, peluang ekspor juga men­jai angin segar bagi pertumbuhan industri ini.

Adapun proyeksi pertumbuhan ritel di In­donesia menurutnya bervariasi tergantung seg­mennya.

Untuk segmen personal care, per­tum­buhan bahkan bisa mencapai 10 persen de­ngan kontribusi terbesar dari penjualan on­line. Sementara itu, segmen minimarket di­perkirakan tumbuh sekitar 8-9 persen.

Mengenai potensi berlanjutnya pe­nu­tup­an toko ritel tahun ini, Budihardjo emperkirakan dampak perang dagang AS dan China akan mempengaruhi kondisi eko­nomi secara keseluruhan.

Untuk mengantisipasi dampak negatif ini, pelaku industri ritel berharap pemerintah da­pat memberikan dukungan melalui ke­mu­dahan perizinan berusaha, pengurangan be­ban pajak, serta memberikan stimulus eko­nomi seperti bantuan langsung tunai (BLT) atau voucher belanja guna me­ni­ngkatkan daya beli masyarakat.

Hippindo juga meinta pemerintah untuk men­cabut kebijakan efisiensi anggaran supaya ekonomi Indonesia dapat bergairah kem­bali.

Sejumlah toko ritel, terutama gerai-gerai be­sar dan modern, telah menutup atau me­ng­urangi jumlah gerainya di Indonesia da­lam beberapa waktu terakhir. Beberapa pe­ritel besar yang menutup gerainya antara lain Giant, Matahari Department Store, dan Alfamart. rep/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper