Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sejarah Peringatan Hari Buruh 1 Mei

by Mata Banua
1 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Mei 2025\2 Mai 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Tanggal 1 Mei di­peringati sebagai May Day atau Hari Buruh Internasional bai masyarakat dunia. Adapun un­tuk Indonesia sendiri, Hari Bu­ruh biasanya dirayakan de­ng­an menggelar aksi turun ke ja­lan yang dilakukan untuk men­yam­paikan sejumlah tuntutan da­ri para buruh.

Dalam aksinya, para buruh akan menyampaikan aspirasi ke pe­merintah dan pihak terkait la­i­n­nya untuk perbaikan nasib bu­ruh. Sejak 2013, Pemerintah In­do­nesia di bawah kepemimpinan Pre­siden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan Ha­ri Buruh 1 Mei sebagai hari li­bur nasional.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Sejarah Hari Buruh di In­do­nesia Melalui tulisan Adolf Baars, seorang tokoh sosialis da­ri Belanda, dicatatkan bahwa pada 1918 para buruh kala itu ti­dak mendapat upah yang layak. Pe­ringatan Hari Buruh di In­do­ne­sia pertama kali digelar di In­do­nesia pada 1 Mei 1920.

Saat itu, masyarakat men­ye­ru­kan hak-hak dasar pekerja pa­da masa penjajahan Belanda.

Salah satu aksi yang di­la­ku­kan yakni menggelar mogok kerja. Sayangnya hal ini me­nim­bul­kan kegaduhan antara pe­me­rin­tah dan buruh. Peringatan Ha­ri Buruh di Indonesia pun ak­hir­nya ditiadakan pada 1926.

Sejak 1927 hingga masa pen­dudukan Jepang, peringatan Ha­ri Buruh menjadi sulit dil­aku­kan akibat penindasan politik dan pe­larangan aktivitas serikat bu­ruh.

Kemudian pada 1946, tepat se­telah Indonesia merdeka, pe­ri­ngatan Hari Buruh kembali di­se­lenggarakan untuk men­yu­a­ra­kan hak-hak rakyat. Pemerintah In­donesia pun secara resmi mem­berikan dukungan agar pe­ran buruh dapat dirayakan dalam­ mem­perjuangkan hak-hak sosial dan ekonomi.

Sayanganya saat memasuki ma­sa pemerintahan Orde Baru, pe­ringatan Hari Buruh dilarang dan kerap dicurigai sebagai ge­rakan politik.

Pemerintah melemparkan ke­cu­rigaan bahwa aksi hari bu­ruh ditumpangi pihak tak ber­tanggungjawab yang berpotensi me­ngganggu stabilitas nasional. Ke­mudian pada 1 Mei 1946, Ka­bi­net Sjahrir kembali me­ng­i­zin­kan perayaan Hari Buruh di In­do­nesia. Lalu pada Juli 2013, Pre­siden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan hari buruh internasional sebagai ha­ri libu. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Re­pub­lik Indonesia (Keppres) RI No. 24/2013. “Menetapkan tang­gal 1 Mei sebagai hari libur un­tuk memperingati Hari Buruh In­ternasional,” bunyi beleid ter­sebut.

Selanjutnya Hari Buruh In­ter­nasional bermula dari ke­ti­dak­puasan kelas pekerja terhadap sis­tem industri yang dinilai k­­a­pi­talistik pada akhir abad ke-19.

Berdasarkan catatan redaksi, re­volusi industri yang terjadi pa­da abad ke-18 di Inggris telah mem­berikan perubahan besar ter­hadap hubungan antara buruh de­ngan pengusaha. Pasalnya, pro­ses revolusi industri yang ki­an masif seperti Eropa Barat dan Amerika Serikat telah me­ng­e­sam­pingkan nasib para pekerja. Ka­la itu, terjadi efisiensi besar-be­saran dan upah buruh turun. Kondisi tersebut lantas memicu pro­tes di kalangan buruh hingga pun­caknya pada 1 Mei 1886 atau jelang akhir abad ke 19. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper