Mata Banua Online
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kalsel Komitmen Berkontribusi Peningkatan Produksi Padi

by Mata Banua
7 April 2025
in Headlines
0

 

PENJABAT (Pj) Sekdaprov Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin bersama Bupati Batola, H Bahrul Ilmi melakukan panen raya di Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak menggunakan combine Harvester.

MARABAHAN – Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan Panen Raya Padi secara serentak di 14 Provinsi dan 198 Kabupaten/Kota bersama 5.702 petani, 13 Gubernur, 3 Wakil Gubernur, 181 Bupati/walikota, 20 Wakil Bupati/Wakil Walikota, unsur Forkopinda, Bulog, BPS, PT Pupuk Indonesia.

Berita Lainnya

Novel Sentil Hakim Militer dan Eks Kabais

Novel Sentil Hakim Militer dan Eks Kabais

12 Mei 2026
Dipasang Gelang Deteksi, Nadiem Jadi Tahanan Rumah

Dipasang Gelang Deteksi, Nadiem Jadi Tahanan Rumah

12 Mei 2026

Pusat kegiatan Panen Raya Padi oleh Menteri Amran Sulaiman dan Presiden Prabowo Subianto dilaksanakan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4). Sedangkan di Kalsel dipusatkan di Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola). Dalam rangkan memastikan Gubernur dan Bupati/Walikota melakukan panen secara serentak, Presiden Prabowo Subianto melakukan videoconference kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota di 13 Provinsi, termasuk Kalsel.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyampaikan bahwa momen ini menjadi sangat penting karena dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah telah berhasil meningkatkan produksi beras nasional hingga mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir”.

“Dengan total luas lahan padi yang di panen secara serentak di 14 Provinsi mencapai 123.228 hektar, sehingga total stok beras yang dicadangkan sampai dengan April 2025 sebesar 2,4 juta ton,” sebut Mentan.

Untuk serapan gabah yang dihasilkan oleh para petani, Mentan bersama dengan Kepala BULOG memberikan jaminan untuk menyerap seluruh gabah yang dihasilkan oleh petani dengan harga Rp6.500/kg gabah kering panen (GKG).

“Jaminan harga dan gabah oleh BULOG memberikan keuntungan dan kebahagian bagi petani kita”, ungkap Amran Sulaiman seraya menyebutkan saat ini serapan BULOG naik 2.000 persen.

Bapak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa optimisme Indonesia untuk menuju Swasembada Pangan semakin tinggi dengan melihat kondisi di lapangan dan semangat petani untuk menanam padi. Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu sentra utama produksi padi nasional dan menjadi provinsi terbesar ke-11 dalam produksi beras nasional dan menjadi salah satu penyangga pangan nasional dan tahun 2024, total produksi padi provinsi Kalsel mencapai 1,2 juta ton.

Tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan Menteri Pertanian untuk penetapan alokasi pupuk subsidi sebesar 9,55 juta ton.

Panen di Desa Panca Karya menggunakan combine Harvester dihadiri Pj Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmad Nugraha, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Brigjen Pol Nurullah.

Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi beserta Direktur Jendera Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Rl dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, H Syamsir Rahman melakukan panen seluas 20.237 hektar di Kalsel, termasuk delapan kabupaten lainnya.

Di lokasi panen tersebut, petani telah melakukan musim tanam sebanyak 2 kali, bahkan sebagian petani ada yang melakukan tanam sampai 3 kali.

Kegiatan panen raya padi serentak di Kabupaten Barito Kuala selain dihadiri oleh Direktur lingkup Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, unsur Forkopimda, Pimpinan Wilayah Bulog, Pimpinan PT Pupuk Indonesia, Kepala BPS, Dinas Pertanian Provinsi Kalsel.

Selain kegiatan hari ini yang dipusatkan di Kabupaten Batola juga disaat bersamaan dilaksanakan panen di sentra produksi padi di kabupaten lain yaitu di Kabupaten Banjar (desa Lok Tangga), Kabupaten Hulu Sungai Utara (Desa Hambuku Hulu).

Kabupaten Balangan (Desa Sikontan), Kabupaten Tabalong (Desa Pangelak), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Desa Padang Batung), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Desa Cukan Lipai) dan Kabupaten Tapin (desa Timbaan).

Secara terpisah, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalsel, M Akbar Said menyatakan pihaknya siap membeli gabah petani di Kalsel dengan harga Rp6,500/kg setelah dipanen atau gabah kering panen (GKP).

Tahun 2025 ini, kata Akbar, pihaknya ditargetkan melakukan pembelian gabah petani di Kalsel sebanyak 6.200 ton dan hingga April 2025 ini telah terealisasi sebanyak 7.200 ton atau 115 persen dari target.

Khusus di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang merupakan sentra pertanian terbesar di Kalsel, sebut Akbar, pihaknya telah merealisasikan pembelian gabah sebanyak 350 ton. */adp/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper