
TANJUNG – Dalam usaha membentuk sumber daya manusia (SDM) dalam dunia pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani dan Habib Muhammad Taufani Alkaf menggagas sebuah program Beasiswa 1.000 Sarjana.
Salah satu dari tujuh program prioritas Tabalong SMaRT ini guna meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Bumi Sarabakawa, serta memastikan masyarakat kurang mampu di Tabalong bisa kuliah.
Selama lima tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Tabalong menargetkan memberikan beasiswa untuk 1.000 mahasiswa calon sarjana se-Kabupaten Tabalong. Program Beasiswa 1.000 Sarjana tersebut menyasar 75 persen mahasiswa kurang mampu dan 25 persen mahasiswa umum.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tabalong Alipansyah menjelaskan, Pemkab Tabalong telah menganggarkan beasiswa sarjana setiap tahun, tetapi sebelumnya hanya menyasar mahasiswa berprestasi dari kategori kurang mampu.
Namun, yang membedakan dengan Beasiswa 1.000 Sarjana adalah program ini juga menyasar mahasiswa berprestasi dari kategori umum, dengan komposisi 75 persen mahasiswa kurang mampu dan 25 persen mahasiswa umum, atau setara dengan 750 mahasiswa kurang mampu dan 250 mahasiswa umum.
Pada tahap awal peluncuran, program Beasiswa 1.000 Sarjana akan diberikan kepada 100 mahasiswa kurang mampu. Sementara, beasiswa bagi mahasiswa umum masih dalam tahap pengkajian formulasi dan regulasi untuk dapat direalisasikan.
“Beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu sudah dapat kami jalankan, yang direalisasikan bekerja sama dengan dinas sosial. Sedangkan mahasiswa yang berprestasi masih belum,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Pemkab Tabalong telah mempelajari formulasi dan regulasi penyaluran beasiswa umum dari berbagai daerah, mulai dari Pemkab Balangan, Pemprov Kaltim, Pemkab Bojonegoro, hingga Pemko Surabaya.
Diinformasikan, setiap daerah memiliki mekanisme tersendiri dalam menyalurkan beasiswa. Karena itu, Pemkab Tabalong akan menentukan relevansi sistem beasiswa tersebut sesuai dengan kondisi di daerah. rls

