Mata Banua Online
Rabu, April 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bangun TPS3R di Setiap Kelurahan

by Mata Banua
13 Maret 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Maret 2025\14 Maret 2025\5\hal 5\Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR saat menandatangani.jpg
WALIKOTA Banjarmasin H Muhammad Yamin HR saat menandatangani komitmen dengan para pendemo terkait penanganan darurat sampah di halaman Balaikota Banjarmasin, Rabu (12/3). (Foto:ant/hms pemko)

PEMERINTAH Kota Banjarmasin berkomitmen menangani darurat sampah di daerah itu dengan membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) atau tempat pengolahan sampah dengan sistem reduce, reuse dan recycle (TPS3R) di setiap kelurahan.

“Ini salah satu skema nyata yang kita siapkan dalam penanganan darurat sampah saat ini,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love di Banjarmasin, Rabu.

Berita Lainnya

Walikota Sepakat Benahi Banjir dari Hulu ke Hilir

Walikota Sepakat Benahi Banjir dari Hulu ke Hilir

7 April 2026
Disdik Kaji Kesiapan Full Day pada Tingkat SD

Disdik Kaji Kesiapan Full Day pada Tingkat SD

7 April 2026

Alive mengemukakan hal itu saat mendampingi Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menerima aksi demo belasan aktivis lingkungan dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Banjarmasin.

Alive memastikan, Pemko Banjarmasin bergerak untuk menangani darurat sampah akibat ditutupnya Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak 1 Januari 2025.

Menurut dia, mengatasi darurat sampah perlu dukungan seluruh warga masyarakat untuk terlibat aktif dalam melakukan pemilihan sampah dalam kehidupan sehari-hari baik dari rumah, perkantoran, kawasan pelayanan publik, pertokoan hingga pasar.

“Untuk solusi jangka pendek, semua kelurahan kita akan wajibkan membuat rumah pilah, kita akan anggarkan dan menugaskan 3 petugas pemilahan dan 1 orang pengawas di tiap kelurahan,” terangnya.

“Dengan adanya rumah pilah ini, warga yang membuang sampah melewati paman gerobak, akan masuk ke rumah pilah dulu untuk kemudian dilakukan penyortiran, mana sampah organik dan non organik. Residu yang tersisa, ini akan kita tempatkan di TPS untuk diangkut ke TPA Banjarbakula,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin menanggapi aksi aktivis lingkungan hidup tersebut mengakui bahwa persoalan sampah saat ini memang sangat serius dan perlu solusi menyeluruh.

Yamin menyebut bahwa pihaknya sudah mengundang para lurah dan pemangku kebijakan di tingkat kelurahan untuk mulai menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Jika setiap kelurahan melakukan pemilahan, jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa berkurang signifikan,” bebernya.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan LSM, akademisi dan masyarakat. Ini masalah bersama, jadi perlu solusi bersama. Kalau mereka ingin menyuarakan ini ke Kementerian Lingkungan Hidup, silakan saja. Itu hak mereka dan kami dukung sepanjang sesuai aturan,” katanya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper