Mata Banua Online
Jumat, April 17, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemkab Balangan gelar doa bersama tingkatkan kewaspadaan bencana

by Mata Banua
11 Maret 2025
in Balangan, Daerah
0

 

DOA BERSAMA-Pemkab Balangan saat mengadakan doa bersama untuk menghadapi bencana beberapa waktu lalu. (foto:mb/ant)

PARINGIN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan menggelar doa bersama dalam program Balangan Bermunajat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana.

Berita Lainnya

BPBD Balangan Genjot SDM Lewat Diklat Bencana

BPBD Balangan Genjot SDM Lewat Diklat Bencana

16 April 2026
Balangan Ekspo 2026 Ditutup Semarak

Balangan Ekspo 2026 Ditutup Semarak

15 April 2026

“Program ini sudah tiga tahun berjalan, yang mana bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana khususnya saat musim penghujan, melalui doa bersama,” kata Kepala Pelaksana BPBD Balangan H Rahmi di Paringin, kemarin.

Menurut H Rahmi, program Balangan Bermunajat merupakan bentuk ikhtiar kolektif yang mengombinasikan pendekatan struktural, non-struktural dan spiritual dalam menghadapi bencana.

Rahmi menegaskan, pihaknya berupaya melengkapi langkah-langkah mitigasi bencana dengan pendekatan spiritual, melalui doa bersama BPBD berharap masyarakat lebih siap secara mental dan rohani dalam menghadapi kemungkinan bencana.

Selain itu BPBD Balangan juga bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Balangan, untuk mengedarkan surat imbauan kepada seluruh tempat ibadah agar turut serta dalam kegiatan doa bersama.

Program tersebut juga sejalan dengan Peraturan Kemendagri terkait tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mewajibkan pemerintah daerah memberikan informasi mengenai potensi bencana kepada masyarakat.

“Ketika memasuki bulan-bulan yang ditetapkan sebagai status siaga atau darurat bencana, kami akan terus mensosialisasikan program ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Meskipun telah berjalan selama tiga tahun BPBD Balangan mengakui masih menghadapi tantangan dalam memenuhi standar indikator inovasi, salah satunya adalah sulitnya mengukur efektivitas pendekatan berbasis spiritual dalam mitigasi bencana karena tidak memiliki indikator kuantitatif yang jelas.

Meskipun begitu BPBD Balangan tetap optimistis bahwa inovasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper