Mata Banua Online
Rabu, April 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Siska Ku Intip Upaya Percepat Swasembada Pangan

by Mata Banua
4 Februari 2025
in Indonesiana
0
D:\2025\Februari 2025\5 Februari 2025\2\2\New Folder\Siska Ku Intip Upaya Percepat Swasembada Pangan.jpg
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan Hj Suparmi. (foto:mb/ist)

BANJARBARU – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan Hj Suparmi mengungkapkan, program Sistem Integrasi Kepala Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip) merupakan salah satu upaya mempercepat swasembada pangan khususnya daging di Banua.

“Kami akan terus mendorong perusahaan inti plasma yang beroperasi di Kalsel untuk mendukung program strategis Pemprov Kalsel berupa program Siska Ku Intip,” ujarnya, Selasa (4/2).

Berita Lainnya

DPRD Kalsel Gelar Pembinaan Mental Spiritual

DPRD Kalsel Gelar Pembinaan Mental Spiritual

31 Maret 2026
Pansus II Pertajam Revisi Perda CSR

Pansus II Pertajam Revisi Perda CSR

31 Maret 2026

Ia menyebutkan, program ini telah mendapat dukungan dari perusahaan dan merupakan role model pengembangan sapi dengan memanfaatkan pakan dari limbah sawit.

Ia menyampaikan, saat ini sudah ada 26 klaster dari 13 perusahaan yang mengembangkan ternak sapi di lahan sawit dengan populasi sapi mencapai 4.000 ekor, dan di tahun 2025 program ini akan terus dimantapkan.

“Kita menargetkan tahun 2025 ini minimal bertambah 10 klaster. Apabila hal itu terpenuhi, maka hingga akhir tahun sudah ada 36 klaster pengembangan ternak sapi melalui sistem integrasi sawit-sapi di Kalsel,” katanya.

Menurut Suparmi, pihaknya menargetkan hingga tahun 2029 jumlah klaster integrasi sawit-sapi mencapai 50 buah, sehingga apabila setiap klaster memiliki 1.000 sapi, maka akan ada sekitar 50 ribu indukan sapi di Kalsel.

“Hingga kini dari populasi sapi di Kalsel sekitar 180 ribu ekor, baru ada 37 ribu indukan yang bisa menghasilkan anak sapi,” ungkapnya.

Ia menyatakan, apabila Kalsel memiliki 50 klaster dan setiap klaster menghasilkan 1.000 sapi indukan, maka Kalsel sudah bisa memenuhi kebutuhan daging sapi, bahkan bisa untuk memenuhi kebutuhan daging Indonesia.

Menyinggung luas lahan kelapa sawit yang bisa di integrasikan dengan sapi, Suparmi mengatakan berdasarkan data gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) Kalsel mencapai 257 ribu hektar. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper