
BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan (Lab K3 Kalsel) menambah alat pengujian guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025.
Kepala Lab K3 Kalsel Noorlianisyah mengatakan, peralatan uji tersebut untuk membantu tim teknis menyelesaikan pekerjaan sehingga memberikan pelayanan prima pada 2025.
“Upaya tersebut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas bagi para perusahaan yang melakukan pengujian di Lab K3 Provinsi Kalsel,” katanya, Senin (3/2).
Ia mengungkapkan, mayoritas tim teknis memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan pengujian yang mencapai sekitar 13 unit di Lab K3 Provinsi Kalsel.
Untuk sistem pengujian, Noorlianisyah menyebutkan Lab K3 Provinsi Kalsel menerapkan sesuai parameter, dan sesuai data Daftar menunjukkan permintaan pengujian dari perusahaan sudah penuh di seluruh kabupaten dan kota hingga Provinsi Kalimantan Tengah hingga Februari 2025.
“Diharapkan penambahan alat pengujian ini dapat menambah PAD Kalsel terutama untuk Lab K3 Provinsi Kalsel,” tutur Noorlianisyah.
Diketahui, Lab K3 Provinsi Kalsel mampu menyumbangkan PAD sebesar Rp2,7 miliar dari target Rp2,5 miliar pada 2024.
Noorlianisyah menyebutkan, Laboratorium K3 Provinsi Kalsel melayani 251 perusahaan yang berlokasi di wilayah Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Paling banyak pelayanan yang dilaksanakan bergerak di bidang pengujian lingkungan kerja, seperti perusahaan tambang batu bara, kelapa sawit, karet dan juga melayani hotel dan rumah sakit,” ungkapnya.
Pada 2025, Laboratorium K3 Provinsi Kalsel akan mengembangkan berbagai inovasi untuk mencapai target, melalui kegiatan temu pelanggan, meningkatkan sumber daya manusia dan memasifkan promosi pelayanan melalui media sosial. ant

