
BANJARMASIN- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Taufik Rahman SH menginginkan kawasan industri segera dibuka bagi daerah Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Karena tidak ada penghasilan tambang hanya menghasilkan dari petani, sehingga secepatnya harus dibuka kawasan industri yang ada di Kabupaten Batola agar masyarakat setempat mendapatkan lapangan kerja bagi mereka.
“ Saya berharap kawasan industri segera di buka untuk masyarakat Kabupaten Batola, sehingga lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat terbuka lebar,” ujar Taufik Rahman yang merupakan politisi PKS asal daerah pemilihan Kabupaten Batola di gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin, Rabu (15/1) siang.
Sebab, ujar Taufik lamanya dibuka kawasan industri tersebut karena walaupun ada perdanya, tinggal ke provinsi dilanjutkan ke pemerintah pusat. Hal ini juga menjadi permintaan oleh masyarakat setempat.
Hal tersebut sehubungan dengan adanya penyusunan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batola , maka dilakukan pengembangan kawasan peruntukan industri di Kabupaten Batoal dengan luasan kawasan peruntukan industri pada perda RTRW Provinsi Kalsel seluas 1.793,55 Hektar.
Sedangkan luasan tambahan kawasan peruntukan industri yang diusulkan adalah seluas 313,893 hektar terdiri atas industri eksisting berizin seluas 259,943 hektar , industri usalan permohonan seluas 53,95 hektar.
“Jika disetujui usulan luasan tambahan tersebut, maka total KPI di Draft Revisi RTRW Kabupaten Batola adalah seluas 2.107,443 hektar,” jelasnya.rds

