
BANJARMASIN – Dinas Sosial Banjarmasin tahun 2025 mendapatkan pagu anggaran kegiatan Rp 21,7 miliar lebih. Anggaran tersebut dialokasikan untuk enam program yakni rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, penanganan bencana, pemberdayaan sosial, penanganan warga migran dan korban tindak kekerasan, dan program penunjang urusan pemerintah dengan pemerintah kabupaten/kota lain.
Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Nuryadi mengatakan, untuk tahun 2025, sejumlah bantuan sosial akan terbatas. Salah satunya bantuan rehab rumah tak layak huni (rutilahu) yang merupakan program prioritas dinasnya.
“Berbeda dengan tahun lalu, bantuan rehab untuk rutilahu tahun ini anggarannya hanya sekitar Rp 6,6 miliar lebih,” ungkap Nuryadi, Selasa (14/1).
Ini, lantaran anggaran dinsos dibagi untuk sub unit kegiatan, hingga program rutilahu itu berkurang. “Dihitung-hitung sementara sekitar 6 rutilahu, jumlah itu sangat jauh berbeda dibanding tahun 2024 lalu dimana jumlahnya terealisasi sekitar 89 unit rumah,” ujarnya.
Meski hanya 6 unit, namun nominal bantuan satu unit rutilahu dinaikkan. Hal ini karena tidak hanya memperbaiki fisik rumah, namun rutilahu juga akan dipasang biofil septik tank.
“Penambahan septik tank ini sebagai upaya Pemko Banjarmasin menuju Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BBABS),” jelasnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kota Banjarmasin, Rizma Try Sakti menambahkan program rutilahu berkurang dari tahun 2024. Sebelumnya realisasi program rutilahu hanya 89 unit rumah dari target 103 unit rumah.
“Jadi tahun 2025 untuk fasilitas bantuan sosial keluarga itu kurang dari 50 persen dari anggaran tahun 2024 ,” tuturnya
Selain itu, karena verifikasi ketat, bantuan rutilahu dialihkan ke rumah lain atau dibatalkan. “Ada pula kepemilikannya sudah beralih, entah itu digadaikan atau dijual,” kata Rizma.via

