Mata Banua Online
Selasa, Januari 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Selama 2024 Terjadi 138 Kali Bencana Alam di Kalsel

by Mata Banua
8 Januari 2025
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2025\Januari 2025\9 Januari 2025\2\2.jpg
Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos. (foto:mb/dok)

BANJARMASIN – Selama tahun 2024 (Januari-Desember) telah terjadi sebanyak 138 kasus bencana alam di Provinsi Kalimantan Selatan dan masih didominasi bencana banjir dan angin puting beliung dan tanah longsor.

“Jika melihat data tersebut, selama bulan Desember 2024 terjadi 50 kali bencana alam atau meningkat dari November,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos, di Banjarmasin, Rabu (8/1).

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\20 Januari 2026\5\Ibnu Sabil.jpg

Capaian PAD Hanya 14 Persen, Disbudporapar Evaluasi Kinerja

19 Januari 2026
G:\2026\Januari\20 Januari 2026\5\Walikota Yamin dan Wakilnya Hj Ananda serta ketua TP PKK Neli Listriani p.jpg

Yamin Prioritaskan Bonus Atlet di APBD Murni 2026

19 Januari 2026

Menurut Madi (sapaan akrabnya), peningkatan kasus bencana alam di Kalsel tersebut merupakan dampak dari peralihan musim dari kemarau ke musim hujan dan berdasarkan prakiraan BMKG bulan November merupakan awal musim hujan di Kalsel.

“Dari 138 kali bencana alam di Kalsel hingga 31 Desember 2024 itu, sebanyak 45 kali merupakan bencana alam banjir, 20 kali tanah longsor, 64 kali angin puting beliung dan 10 kali gempa bumi,” katanya.

Dari 45 kali bencana alam banjir di Kalsel tersebut terbanyak di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sembilan kali, disusul Kabupaten Tanah Laut (Tala) tujuh kali dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) lima kali.

Selain itu, masing-masing empat kali di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Kotabaru, tiga kali di Kabupaten Banjar, dua kali di Kabupaten Tapin dan masing-masing sekali di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tabalong.

Sementara itu, ada 20 kali bencana alam tanah longsor terbanyak di Kabupaten Tanbu enam kali, disusul Kabupaten Kotabaru tiga kali, Kabupaten Banjar, Balangan dan Kota Banjarbaru serta Kabupaten Tapin masing-masing dua kali, masing-masing satu kali di Kota Banjarmasin, HST serta Kabupaten Tala.

Untuk bencana alam angin puting beliung sebanyak 64 kali, terbanyak di Kabupaten Banjar sebanyak 21 kali, disusul Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sebanyak 11 kali, Kabupaten Tala delapan kali dan Kabupaten Batola tujuh kali.

Kemudian, lima kali di Kota Banjarmasing, tiga kali di Kota Banjarbaru, masing-masing dua kali di Kabupaten HST, Balangan, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru serta satu kali di Kabupaten Tapin.

Sedangkan bencana alam gempa bumi 10 kali meliputi Kabupaten Tapin dan Kabupaten Tabalong dan Tanbu masing-masing dua kali serta masing-masing satu kali di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tala dan Kabupaten Kotabaru.

Madi menyebutkan akibat bencana alam di Kalsel selama tahun 2024 tersebut menyebabkan 32.084 kepala keluarga (KK) atau 101.408 jiwa terdampak, terbanyak di Kabupaten HSU sebanyak 17.672 KK atau 52.058 jiwa.

Kemudian, Kabupaten Tanbu sebanyak 7.567 KK atau 24.297 jiwa, Kabupaten HST tercatat 2.034 KK atau 6.894 jiwa, Kabupaten Tala sebanyak 1.708 KK atau 6.066 jiwa dan Kabupaten Batola sebanyak 1.319 KK atau 5.227 jiwa dan satu orang meninggal dunia.

Selain itu, bencana alam di Kalsel juga menyebabkan 226 buah rumah penduduk mengalami kerusakan berat, 70 buah rumah rusak sedang dan 41.078 buah rumah mengalami kerusakan ringan.

Akibat bencana alam di Kalsel selama tahun 2024 tersebut, menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp202,604 miliar, terbesar diasumsi dialami Kabupaten HST mencapai Rp79,120 miliar dan Kabupaten Tabalong sekitar Rp60,110 miliar.

Selain itu, Kabupaten Tanbu ditaksir mencapai Rp35,755 miliar, Kabupaten Tala ditaksir Rp13,670 miliar, Kabupaten Batola sekitar Rp9,265 miliar, Kabupaten Banjar sekitar Rp1,563 miliar dan Kabupaten Tapin Rp995 juta. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper