Mata Banua Online
Sabtu, April 4, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dipertanyakan, Rumah Datuk Kulampaian Tak Masuk Cagar Budaya

by Mata Banua
8 Januari 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Januari 2025\9 Januari 2025\5\hal 5\Rombongan Majlis Ta'lim Djohor Malaysia saat meninjau rumah peninggalan.jpg
ROMBONGAN Majlis Ta’lim Djohor Malaysia saat meninjau rumah peninggalan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datuk Kulampaian yang berusia lebih 300 tahun di Dalam Pagar Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, 30 Desember 2024.(foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mempertanyakan, mengapa rumah peninggalan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datuk Kulampaian tak masuk cagar budaya di provinsinya

Padahal rumah peninggalan Datuk Kulampaian di Dalam Pagar Martapura (sekitar 42 km utara Banjarmasin) Kabupaten Banjar itu berusia lebih 300 tahun, ujar Gt. Iskandar ketika dikonfirmasi, Rabu.

Berita Lainnya

Pemko Banjarmasin Berlakukan WFH

Pemko Banjarmasin Berlakukan WFH

1 April 2026
Permohonan Pindah KTP ke Banjarmasin Meningkat

Permohonan Pindah KTP ke Banjarmasin Meningkat

1 April 2026

Mantan Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel itu, mengaku baru tahu bahwa rumah peninggalan Datuk Kulampaian atau seorang Mufti pertama pada Kerajaan Banjar ternyata tak masuk cagar budaya.

Politikus senior Partai Golkar itu akan mencari tahu, mengapa rumah peninggalan Datuk Kulampaian di Dalam Pagar Martapura tersebut tak masuk cagar budaya, padahal juga mempunyai nilai sejarah yang patut terjaga atau mendapat perlindungan kelestariannya.

“Kita akan tanyakan kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat,” ujar Gt Iskandar yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) provinsi setempat.

Wakil rakyat asal dapil Kalsel VII/Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) itu khawatir tanpa masuk cagar budaya, rumah peninggalan Datuk Kulampaian yang berusia ratusan tahun hanya akan tinggal sejarah, generasi mendatang tidak mengetahui bentuk secara fisik.

Ia berharap, agar pemerintah daerah atau Pemprov menginventarisasi ulang terhadap sesuatu yang berpotensi cagar budaya dan sudah ada pengakuan pemerintah pusat sebagai cagar budaya.

“Kita harapkan, cagar budaya tersebut harus kita jaga bersama-bersama, baik warga masyarakat dan terlebih pihak yang berkompeten sebagai salah satu bukti peninggalan sejarah yang merupakan hasanah kekayaan budaya Bangsa Indonesia,” demikian Gt Iskandar. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper