
BANJARMASIN – Setidaknya 14 sekolah di Banjarmasin mulai menjalankan Program Makan Bergizi (PMB) Gratis. Sekolah tersebut yakni beberapa Taman Kanak-Kanak (TK), SD, SMP hingga SMA dengan peserta didik sebanyak 6.531.
Sekolah yang mulai menjalankan program makan bergizi tersebut yakni SDN Pemurus Dalam 1, SDN Pemurus Baru 2, SDN Pemurus Dalam 8, SMPN 19,SMPN 18,SMAN 9, dan SMAN 10 Banjarmasin. Kemudian TK Trisula II Perwari,TK Adhyaksa XIV,SDN Pangeran 3, SMPN 24, SMP 21,SMPN 13 dan SMKN 4 Banjarmasin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Ahmad Baihaqi mengatakan Program Makan Bergizi Gratis itu dijalankan melalui Badan Gizi Nasional, bukan berasal dari Pemko Banjarmasin.
Program andalan Presiden Prabowo dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka ini merupakan kegiatan perdana, sehingga tak semua siswa mendapatkan PMB. Meski begitu, lingkupnya berada di bawah naungan Disdik, sehingga berkewajiban turut memantau pelaksanaan program tersebut.
“Banjarmasin ada 14 sekolah menjalankan PMB Gratis melalui Badan Gizi Nasional, ” kata Baihaqi, Senin (6/1).
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan di sekolah-sekolah tersebut menjadi bahan evaluasi jajarannya. Baik terkait pemenuhan standar pelaksanaannya di lapangan maupun makanan yang disajikan kepada siswa-siswi.
Kepala SDN Pemurus Dalam 1 Banjarmasin, Sri Mariyyati bertekad, Program Makan Bergizi Gratis di sekolahnya akan terus berlanjut hingga satu tahun ke depan. “Di sini, SDN Pemurus Dalam 1 menjalankan PMB bersama SDN Pemurus Dalam 8, serta beberapa SMP di sekitar sini,” ujarnya.
Salah seorang murid kelas 1 SDN Pemurus Dalam 1, M Nafiz Ramadhani mengaku senang bisa mendapatkan makan siang bergizi gratis. Dia mengungkapkan, untuk menu makanan yang didapatkannya cukup lengkap, terdiri dari nasi, beserta lauk ayam, tahu, kecambah hingga pisang. “Makanannya enak,” katanya.
Sementara, Pemko Banjarmasin belum bisa menjalankan program tersebut, lantaran dananya tidak dialokasikan pada APBD tahun 2025. Berdasarkan penghitungan sementara, setidaknya diperlukan dana sekitar Rp 800 juta per hari untuk memberikan makan bergizi gratis untuk 88 ribu siswa yang terdata di Banjarmasin, dengan estimasi sebesar Rp10 ribu per siswa.
Di samping itu, Disdik Banjarmasin juga belum mendapatkan petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat terkait program tersebut. Makanya pihak disdik mengimbau kepada pelaku katering agar tidak tertipu dengan menjadikan sebagai penyedia program makan bergizi gratis. via

