
BANJARMASIN – Banyaknya pengusaha katering bahkan pada kelompok ibu-ibu yang menawarkan kerjasama sebagai penyediaan makan siang gratis ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menjadi perhatian serius pihaknya. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan potensi penipuan seperti yang terjadi di pulau Jawa.
“Kita harus mengingatkan kepada masyarakat agar jangan sampai terkecoh atau tertipu dengan tawaran penyedia program makan siang gratis untuk pelajar ini, karena rentan dan berpotensi ada menyalahgunakan tawaran ini agar bisa kerjasama sebagai penyedia jasa makan siang pelajar itu,” kata Ahmad Baihaqi, minggu tadi.
Di Banjarmasin ada laporan lisan dari beberapa ibu-ibu yang mengakui telah didatangi dan menawarkan kerjasama sebagai pelaksana kegiatan makan siang gratis tersebut. Bahkan ada yang diminta uang 1 juta sampai 2, 5 jutaan sebagai jaminan bisa mendapatkan sebagai penyedia makan siang gratis itu. “Namun untungnya mereka tak langsung menyetujui,” katanya.
Ditegaskan Baihaqi, pihaknya sejauh ini belum mendapatkan petunjuk teknik (juknis) bagaimana pelaksanaan kegiatan penyediaan makan siang gratis. Bahkan pihaknya juga tidak bisa menentukan siapa-siapa yang menjadi penyedia jasa tersebut. ” Jadi jangan sampai terkecoh tertipu jika ada penawaran karena disdik pun belum mendapatkan juknis apalagi menunjuk siapa pelaksananya nanti,” katanya.
Program makan siang bergizi untuk pelajar yang merupupakan program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka rencananya dimulai 6 Januari 2025.
Pihaknya juga masih menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025. “Kami siap melaksanakan tapi program itu belum dianggarkan di APBD dan juknis dari pusat masih belum ada,” katanya.
Dijelaskannya, satu porsi makan siang untuk siswa sekolah itu nilainya sebesar Rp 15 ribu. Namun ada Surat Edaran (SE) terbaru yang menetapkan Rp. 10 ribu per porsinya.
Senilai Rp 10 ribu itu, lanjut Baihaqi, dikalikan jumlah siswa sekitar 88 ribu siswa sekolah di bawah naungan Disdik Kota Banjarmasin untuk besaran anggaran yang harus dikeluarkan nanti.
“Seharinya itu sekitar Rp 880 juta dikalikan lagi selama setahun dipotong dengan hari libur. Kira-kira segitu anggaran yang dikeluarkan nanti,” tuturnya.
Sementara itu, untuk dapur umum dari TNI guna mendukung program makan siang. Nampaknya belum bisa dilaksanakan di Kota Banjarmasin.
“Dari Badan Gizi Nasional bekerjasama dengan TNI, tapi sampai saat ini belum bisa dilaksanakan. Kalau kemarin cuman sampel beberapa sekolah tapi secara umum masih belum dilaksanakan,” pungkasnya. via

