Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gubernur Harapkan Sinergi Benahi Sungai Martapura

by Mata Banua
30 Desember 2024
in Indonesiana
0
D:\2024\Desember 2024\31 Desember 2024\2\2\New Folder\Gubernur Harapkan Sinergi Benahi Sungai Martapura.jpg
Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar . (foto:mb/ist)

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menyerukan penguatan sinergi semua elemen masyarakat untuk mengembalikan fungsi, nilai dan keindahan Sungai Martapura.

Hal tersebut disampaikan Gubernur H Muhidin melalui Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar pada Pembukaan Rapat Koordinasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sungai Martapura di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (30/12).

Berita Lainnya

Penyidik Tahan Tersangka Kasus di Disdik Kota Banjarmasin

Penyidik Tahan Tersangka Kasus di Disdik Kota Banjarmasin

26 April 2026
Kejari Tala Selidiki Dugaan Korupsi di RSUD Boejasin

Kejari Tala Selidiki Dugaan Korupsi di RSUD Boejasin

26 April 2026

“Saya mengajak semua pihak lintas sektor untuk menguatkan kolaborasi dan sinergi guna menyelesaikan persoalan Sungai Martapura bersama-sama secara konsisten,” ucapnya.

Pada rakor yang di hadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota se-Kalsel ini, H Muhidin menyampaikan bahwa keberadaan Sungai Martapura merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Banua.

Namun masifnya penggunaan sungai di Kalsel ini juga sejalan dengan penurunan fungsi dan kualitas Sungai Martapura sendiri.

“Sungai Martapura yang merupakan sumber air baku untuk air bersih, air minum sekaligus sumber pengairan pertanian di beberapa wilayah Kalsel, menjadikan sungai ini sumber kehidupan di Banua. Namun, aktivitas di bantaran Sungai Martapura ini juga yang akhirnya menurunkan kualitas air sungai dan berpotensi akan semakin tercemar,” ujar H Muhidin.

Melalui rakor ini, H Muhidin mengharapkan tercetus ide-ide dan upaya-upaya serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Tak lupa, gubernur juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan semua pihak dalam menghadapi permasalahan Sungai Martapura dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan hasil pemantauan di 24 titik, di peroleh hasil bahwa 19 titik di Sungai Martapura telah mengalami penurunan nilai indeks pencemar pada tahun 2024 di banding 2023.

“Melalui program Sungai Martapura Asri yang di gagas sejak tahun 2021, 19 dari 24 titik di Sungai Martapura telah mengalami penurunan nilai indeks pencemar. Atas capaian ini saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras semua pihak yang terlibat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq melalui Plt Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sigit Reliantoro menyampaikan, salah satu hal yang mendasari pelaksanaan rakor ini adalah instruksi Menteri LH Hanif.

Berdasarkan indeks kualitas LH di Indonesia, salah satu yang paling rendah adalah indeks kualitas air, dan atas hal tersebut Hanif menginstruksikan arahan untuk fokus mengembalikan pemulihan kualitas mutu air sungai-sungai di Indonesia.

Sigit menyebutkan, menurut studi, Sungai Martapura secara sosial dan ekonomi memberikan dampak keberlanjutan yang cukup baik. Namun dari sisi daya dukung dan tampung lingkungan dan ekologinya cukup rendah, sehingga diperlukan upaya-upaya perbaikan.

“Telah disampaikan pada diskusi bahwa ada beberapa masalah, seperti penurunan kualitas air, sedimentasi, eceng gondok, dan dampak-dampak pertambangan serta kerusakan lahan kritis di daerah aliran sungai,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, pada rakor ini juga disampaikan beberapa program yang telah dikerjakan pemerintah kabupaten/kota dan dinas, serta kementerian yang ada di Kalsel.

“Hingga saat ini semua pihak masih bekerja sendiri-sendiri, sehingga forum ini diharapkan menjadi sebuah awal untuk kita menyinergikan dan mengolaborasikan upaya untuk mewujudkan Sungai Martapura Asri, yang menjadi penyemangat untuk melakukan perbaikan di sungai Martapura,” pungkasnya. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper