JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada November 2024 mencapai hingga 24,01 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 384 triliun (kurs saat ini Rp 16.020 per dolar AS), dengan tiga komoditas unggulannya meliputi batu bara, CPO dan turunannya, serta besi dan baja.
“Total ketiga komoditas tersebut memberikan share 31,30 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada November 2024,” kata Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti dalam Konferensi Pers Perkembangan Ekspor Impor November 2024, Senin.
Amalia mengatakan, secara bulanan, ekspor batu bara serta besi dan baja mengalami peningkatan, yakni masing-masing 3,83 persen dan 6,91 persen. Sedangkan CPO dan turunannya mengalami penurunan sebesar 11,76 persen.
Sementara itu, secara tahunan, ekspor besi dan baja serta CPO dan turunannya meningkat, masing-masing 5,12 persen dan 2,34 persen, sedangkan batu bara mengalami penurunan sebesar 4,42 persen.
Diketahui, BPS mencatat pada November 2024 terjadi penurunan nilai ekspor Indonesia secara bulanan sebesar 1,70 persen menjadi 24,01 miliar dolar AS dari angka pada Oktober 2024 sebesar 24,21 miliar dolar AS.
Data menunjukkan, nilai ekspor migas tercatat senilai 1,32 miliar dolar AS, turun 2,10 persen dibandingkan bulan Oktober 202 di angka 1,35 miliar dolar AS. Adapun nilai ekspor non migas juga tercatat turun 1,67 persen dengan nilai 22,69 miliar dolar AS, dibandingkan angka pada Oktober 2024 sebesar 23,08 miliar dolar AS.
Penurunan nilai ekspor pada November 2024 secara bulanan terutama didorong oleh nilai ekspor nonmigas, terutama pada komoditas lemak dan minyak hewan nabati (HS15), bijih logam terak dan abu (HS26), tembaga dan barang daripadanya (HS74).
Namun, secara tahunan nilai ekspor Indonesia pada November 2024 mengalami peningkatan. Yakni sebesar 9,14 persen dari periode yang sama pada tahun lalu yang berada di angka 22 miliar dolar AS.
Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan ekspor non migas, terutama pada nikel dan barang daripadanya (HS75), mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84), serta mesin dan perlengakapan elektrik serta bagiannya (HS85).
Sementara itu, perkembangan ekspor nonmigas ke negara dan kawasan tujuan utama ekspor pada November 2024 menunjukkan tiga besar negara tujuan ekspor adalah China, Amerika Serikat, dan India. “Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share sebesar 44,82 persen dari total ekspor non migas Indonesia pada November 2024,”
Nilai ekspor nonmigas ke China tercatat 6,24 miliar dolar AS atau naik 10,23 persen dibandingkan Oktober 2024. Nilai ekspor nonmigas ke AS tercatat 2,34 miliar dolar AS, turun 90 ribu dolar AS, jika dibandingkan bulan lalu. Adapun nilai ekspor non migas ke India sebesar 1,58 miliar dolar AS atau turun 21,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, nilai ekspor secara kumulatif sepanjang Januari-November 2024, BPS mencatat angkanya sebesar 241,25 miliar dolar AS, atau naik 2,06 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Ekspor nonmigas tercatat mencapai 226,91 miliar dolar AS, atau naik 2,24 persen, sedangkan ekspor migas mencapai 14,34 miliar dolar AS yang turun 0,71 persen.
Menurut sektor, peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan dan pertanian yang menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas pada Januari-November 2024 dengan andil masing-masing 3,40 persen dan 0,46 persen.
Jika dilihat menurut negara dankawasan tujuan utama ekspor, nilai ekspor nonmigas ke China tercatat sebesar 54,44 miliar dolar AS, atau turun 3,76 persen dibandingkan Januari-November 2023. Pada Januari-November 2024, ekspor nonmigas ke AS, India, dan UE mengalami peningkatan, sementara ekspor ke kawasan ASEAN mengalami penurunan. bisn/mb06

