
BANJARBARU- Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas SH MH memberikan perhatian serius terhadap persoalan sampah.
Oleh karena itu Suripno Sumas menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan atau Sosper terkait persampahan di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM ) di Kota Banjarbaru.
Sosper kali ini Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) ULM sebagai tindak lanjut dari komentar Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Dalam Sosper yang dikemas stadium general tersebut menghadirkan tiga narasumber dari ULM Prof Sunardi, dari Dinas Lingkungan Hidup Kalsel Erwin dan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin H Hamdi.
Suripno Sumas mengatakan dalam Focus Group Discussion (FGD) ini dalam rangka membahas tentang pengelolaan sampah, dari beberapa narasumber banyak yang bisa ditariak agar permasalahan sampah bisa terselesaikan dan munculnya pertemuan ini sebagai dampak mengantisipasi kedatangan komentar Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq terkait pengelolaan sampah di Kalsel yang dianggap tidak sesuai apa yang dikehendari Pemerintah Republik Indonesia.
“ Oleh karena itu dalam FGD ini kita dapat masukan dalam pengelolaan sampah untuk disampaikan kepada Pemprov Kalsel, kami berharap dari IKA ULM dapat berpartisifasi dalam pengelolaan sampah,” ujar Suripno Sumas di aula Fakultas Kehutanan ULM di Kota Banjarbaru, Kamis (12/12) siang.
Sementara dari para narasumber mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin H Hamdi menjelaskan pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin saat ini terfokus sampah itu diangkut dan dibuang.
TPS yang ada kewalahan menampung karena tidak ada pengurangan, oleh karena itu harus ada pengurangan dari hulu ke hilir dengan dipilah untuk di daur ulang. “ Kemudian kalau sampah yang kita buang itu semakin kecil, sehingg pencemaran sampah yang kita buang semakin kecil.Saya kira yang paling penting Dinas Lingkungan Hidup harus ada struktur penangana lebih fokus pengurangan sampah sebagai indikatornya,” jelasnya.
Narasumber dari ULM Prof Sunardi mengatakan, bahwa persampahan bukan cuma persoalan teknis, tapi mempunyai prospek duit atau nilai ekonomi asalkan dengan pengelolaan yang baik dan benar.
Pengelolaan sampah harus dikelola dengan baik, kalau perlu sampah jangan sampai dibuang begitu saja tapi dimanfaatkan seminimal mungkin.” Kami dari ULM sudah banyak melakukan penelitian, termasuk alat pengelolaan sampah. Harapannya hasil riset kami bisa digunakan di kalsel dan alatnya juga sudah ada,” tambahnya.rds

